Sindir Fahri Hamzah dan Fadi Zon, Ruhut Sitompul: Baru Sadar Mereka Anak 16 Tahun
Mantan Anggota DPR RI, Ruhut Sitompul memberikan sindiran Wakil Ketua DPR RI,Fahri Hamzah dan Fadli Zon.
Penulis: Woro Seto
Editor: Woro Seto
TRIBUNWOW.COM - Mantan Anggota DPR RI, Ruhut Sitompul memberikan sindiran Wakil Ketua DPR RI,Fahri Hamzah dan Fadli Zon.
Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter pribadinya @ruhutsitompul yang ia tuliskan pada Minggu (27/5/2018).
Diketahui sebelumnya, Fahri Hamzah menuliskan cuitan soal 'kacung'.
Bahkan ia menuliskan bahwa Jokowi bukanlah kacung, karena Jokowi adalah pemimpin tertinggi dan diatasnya adalah Tuhan.
Cuitan Fahri tersebut seoalh menegaskan bahwa manusia hanyalah hamba tuhan sehingga tidak layak untuk merebut kebebasan manusia, merendahkan martabatnya dan mendzoliminya.
• Ali Ngabalin Jadi Jubir Istana, Denny Siregar: Jangan Kaget Kalau Fahri Hamzah Tiba-tiba Bergabung
#AkuKacungAllah,
Begitu aku berbisik pada diriku pagi ini, Ramadhan ke-11 memasuki sepuluh ke-2 yang penuh ampunan. Di luar, orang sedang berbincang tentang kacung yang lain. Kacung2 manusia yang latah dan tak berdaya. Manusia saling memangsa.
Kacung itu, bahasa Jawa yang baik, jadi nama anak laki-laki artinya pesuruh, tapi kita telah memberi makna politik. Kacung, jongos dan sejenisnya adalah pertanda ketertinggalan, ketidakberdayaan dan ketertindasan. Hilangnya kemerdekaan. #AkuKacungAllah
Dan makna yang mengikutinya, melahirkan perasaan ditindas, dikendalikan, dipakai, dan hilang ya kemerdekaan. Maka seorang politisi mengatakan, “kita bukan bangsa kacung!” Atau seorang anak ingusan mengatakan, “jokowi kacung gua!”. Ada apa dengan kacung? #AkuKacungAllah.
• Ditantang Kritik Anies Baswedan yang Menjual Saham PT. Delta, Ratna Sarumpaet: Aku Setuju Sama Dia
Aku mencoba membaca keadaan manusia pada zaman ketika kita ingin saling mendominasi. Mungkin karena kita terancam oleh kecepatan kata-kata dan khayalan menjadi kenyataan sehingga kita terasing dan gagal mencari teman sejati. Ini alienasi. #AkuKacungAllah
Mendominasi itu tidak baik. Perbudakan telah ditolak oleh Ummat manusia. Meng-kacung-kan orang itu jahat. Tapi lebih baik lagi kalau kita melahirkan kesadaran tentang Jatidiri yang kuat. Bahwa manusia itu merdeka dan kita adalah pelopor kemerdekaan itu. #AkuKacungAllah
Itulah keseluruhan sejarah Indonesia, sejarah tentang belajar menjadi diri sendiri, menemukan makna kemerdekaan sejati, lalu bersatu, melawan dan merdeka serta mempertahankannya sampai titik darah terakhir. Kita Gak peduli yang penting kita merdeka atau mati. #AkuKacungAllah
Mahal kemerdekaan itu, diproklamasikan #9Ramadhan1334 atau dua hari lalu. Tapi lebih mahal kesadaran menjadi manusia merdeka sebab itukah kesadaran yang akan menjaga Indonesia dari kemungkinan kolonial baru. #AkuKacungAllah
Menjadi manusia merdeka yang bebas adalah kesadaran inti dalam iman. Sebab hanya dengan cara itu kita memurnikan ikatan dengan Tuhan. Inilah sejatinya tauhid. “Inilah ciri insan kamil” kata Bung Karno dalam suatu peringatan maulid di Istana negara. #AkuKacungAllah
• Rupiah 14 Ribu, Andi Arief Analisis Kepemimpinan Jokowi dengan Soeharto hingga Presiden Filipina
Maka terimalah aku atau siapapun menjadi manusia merdeka. Manusia yang akan datang kepada Allah kelak di akhirat dengan pertanggungjawaban merdeka. Bukan mereka yang dipenuhi rasa takut sehingga tak berani bertanggungjawab sendiri.
#AkuKacungAllah Pak jokowi, bapak bukan kacung sampai bapak sadar bahwa iman meminta kemurnian dan kita semua adalah hamba Allah saja. Jangan ada yang bisa mengatur karena bapak pemimpin tertinggi. Di atas bapak hanya ada Allah SWT. #AkuKacungAllah
Demikianlah cara melihat diri, di alam merdeka, sebagai hamba sahaya Tuhan yang maha kuasa dan hanya DIA. Dan kebetulan, konsepsi itu sedang digandrungi, demokrasi juga datang membawa pesan kebebasan manusia seperti Islam. Tapi kita sering tergelincir. #AkuKacungAllah
Dalam konsep itu terimalah setiap orang sebagai hamba Tuhan. Jangan jadikan orang sebagai hamba negara apalagi hamba organisasi manusia. Jangan ada kehendak merendahkan martabat manusia, merampas kebebasannya, atau mendzolimi-nya. #AkuKacungAllah
Karena hanya manusia merdeka yang bisa menciptakan hidup yang mulia. Hanya manusia merdeka yang bisa berpikir tentang cara memakmurkan dunia. Sementara yang terjajah takkan bisa ke mana-mana. Terkungkung di pojok sejarah yg jahil. Maka Rayakanlah kebebasan. #AkuKacungAllah
Aku mendengar manusia saling meng-kacungkan, aku melihat manusia jadi hamba harta dan Yahya dan aku bangkit untuk mengatakan #AkuKacungAllah karena hanya dengan cara itu kita meraih sepenuh kemerdekaanku. Kebebasan yang sebenarnya. Bukan citra.
Semoga Ramadhan ini memurnikan Tauhid dan Iman kita. Sehingga nampak lah dalam hidup ini kita bekerja untuk siapa? Diri? Kelompok? Kepentingan sesaat? Cukong? Asing? Modal? Partai? Sponsor? Nafsu? Syahwat? Harta? Tahta? Atau kan perintah luhur yang maha Mulia? #AkuKacungAllah," tulis Fahri Hamzah.
• Tanggapan Ruhut Sitompul saat Jokowi Ucapkan Terimakasih untuk SBY Jadi Sorotan
Menanggapi cuitan tersebut, Ruhut lantas memberikan tanggapan bahwa Fahri Hamzah menyadarkan rakyat bahwa Jokowi bukanlah Kacung karena ia pemimpin tertinggi.
"FH mengingatkan Jokowi bukanlah kacung, “Jangan ada yg bisa mengatur karena bapak pemimpin tertinggi”, Eh baru sadar Presiden RI ke 7 Bpk Joko Widodo Simbol Negara kemana saja selama ini ? Akhirnya yg menyadari FZ Anak 16 thn baiklah kalau sdh Sadar ! Pak JOKOWI 2 Priode MERDEKA," tulisnya. (TribunWow.com/Woro Seto)
• Jadi Mubaligh di Masjid Istiqlal, Hidayat Nur Wahid: Bukan Permintan Anies dan Rekomendasi Pak Menag