Rupiah 14 Ribu, Andi Arief Analisis Kepemimpinan Jokowi dengan Soeharto hingga Presiden Filipina
Politisi Demokrat, Andi Arief membandingkan kasus pelemahan rupiah yang saat ini mencapai 14 ribu dengan zaman Era Presiden Soeharto
Penulis: Woro Seto
Editor: Woro Seto
Soeharto itu mundur bukan hanya karena semata tekanan rakyat yang memuncak, tetapi juga karena merasa jalan ekonomi yang ditempuhnya menjadi sebab ketimbang obat sehingga dia kehilangan legitimasi, memaksa melanjutkan dengan yang bukan keyakinannya sama dg membuang waktu.

Apakah Rakyat bisa salah titipkan harapan? Sekali2 bisa terjadi seperti di filipina selepas Ramos, rakyat jatuh hati pada populisme Estrada yang akan jadi pahlawan baru. Elit politik filipina cepat bereaksi dg bersatu mencegah kerusakan yg dalam di tengah rakyat maaih hanyut.
Elit politik terdidik dan berpengalaman yang biasanya punya alat penciuman yang tajam terhadap bahaya menempuh jalan yang salah. Jangan berharap rakyat lebih dahulu tahu. Elite politik jangan diam. Pers atau media massa akan kembali normal kalau makin banyak yang bicara.
Ada yang tanya contoh populisme yang menipu. Salah satu contohnya Tangisan di malam pengambilan keputusan apakah BBM akan dinaikkan di waktu2 lalu. Itu contoh kecil yang bisa menjawab banyak hal," tulisnya.

• Tanggapan Ruhut Sitompul saat Jokowi Ucapkan Terimakasih untuk SBY Jadi Sorotan