Tak Masuk 200 Mubaligh Rekomendasi Kemenag, Ustaz Abdul Somad Diundang MA
Ustaz Abdul Somad nampak hadiri undangan Mahkamah Agung meski tak masuk daftar 200 mubaligh rujukan Kementerian Agama RI.
Penulis: Bima Sandria Argasona
Editor: Bima Sandria Argasona
TRIBUNWOW.COM - Ustaz Abdul Somad memenuhi undangan Mahkamah Agung.
Setelah sebelumnya muncul daftar 200 mubaligh yang direkomendasikan oleh Kemnterian Agama.
Kemenag mengeluarkan rilis tersebut atas rekomendasi dari beberapa pihak.
Serta ada beberapa kriteria yang dipatok oleh pihak Kemenag sendiri.
“Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi muballigh oleh masyarakat. Belakangan, permintaan itu semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama muballigh,” terang Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Jumat (18/5/2018).
• Pangeran Harry Dapatkan Telpon dari Sang Mantan hingga Curhatan Hanung Soal Film Bumi Manusia
Namun dalam daftar tersebut, nama Abdul Somad tak terlihat tercantum.
Pasca daftar tersebut keluar, ada beberapa pro kontra yang keluar.
Namun, Abdul Somad sendiri nampaknay tak terlalu memersalahkan hal tersebut.
Pantauan TribunWow.com, Abdul Somad nampak mengahdiri undangan yang diberikan oleh Mahkamah Agung.
• Ruhut Sitompul Tentang Isu Perselingkuhan Fadli Zon hingga Kabar Siswa SD yang Hamili Pacarnya
Hal tersebut terlihat dari unggahan foto di akun Instagram pribadinya, Jumat (25/5/2018).
Abdul Somad hadir di MA, pada Kamis (24/5/2018).
Dalam foto tersebut ia terlihat dijamu oleh Ketua MA Muhammad Hatta Ali dan beberapa hakim lainnya.
• Tak Hanya Terima Uang, Kalapas Nonaktif Mukhlis Adjie Juga Bebaskan Napi Bawa Wanita Penghibur
"Di Mahkamah Agung Republik Indonesia, bersama Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. Muhammad Hatta Ali, SH. MH dan para hakim.
Jakarta, 8 Ramadhan 1439
24 Mei 2018," tulis Abdul Somad.
Sebelumnya, Abdul Somad juga memberikan lewat akun Instagramnya.
• Ronaldo Akui Mohamed Salah Pemain Hebat dan Sangat Mirip Lionel Messi
Ia mengatakan jika ia tak masuk daftar 200 rekomendasi mubaligh lantaran jadwalnya sudah penuh hingga tahun 2020.
"Sebab kemenag tidak ingin mengecewakan masyarakt, karena saya penuh sampai april 2020," ungkapnya.
Sementara itu, Kemenag memastikan daftar tersebut tak hanya sampai situ saja.
Jika memang ada rekomendasi baru, daftar rekomendasi tersebut akan terus bertambah. (*)