Jawaban Mardani Ali Sera saat Gerakan 2019 Ganti Presiden Disebut Hanya Lelucon
Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menyebut bahwa hasil survei Indo Barometer mendapat dukungan sebanyak 40 persen.
Penulis: Woro Seto
Editor: Woro Seto
TRIBUNWOW.COM - Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menyebut bahwa hasil survei Indo Barometer mendapat dukungan sebanyak 40 persen.
Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter @MardaniAliSera yang ia tuliskan pada Rabu (23/5/2018).
Mulanya, Mardani Ali Sera menyebut bahwa gerakan 2019 ganti Presiden disetujui 40 persen menurut Survei Indo Barometer.
Ia mengaku bahwa perkiraannya hanya 2-5 persen.
• Ucapan Umar Patek soal Bom Surabaya Bikin Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Berkaca-kaca
"Alhamdulillah Survei Indo Barometer Periode 15 - 22 April. Gerakan yg baru diperkenalkan Maret (1 Bulan) sudah hampir mencapai 40% setuju. Padahal deklarasi baru 6 Mei. Tadinya kami perkirakan hanya 2-5% tapi ternyata hampir 40% selama 1 bulan. Makin semangat #2019GantiPresiden," tulisnya.
Cuitan tersebut lantas mendapatkan tanggapan dari netizen bahwa gerakan 2019 ganti Presiden hanyalah gerakan lucu-lucuan.
"Gerakan belum serius, masih lucu2an. Gak ada dana, gak ada struktur, gak bentuk posko, hanya main di socmed. Ini bisa menjadi sejarah Tagar bisa mengubah kebaikan suatu negara," tulis akun @UstadzThamrin
Mendapat cuitan itu, Mardani lantas memberi jawaban bahwa ia akan tetap meminta kawan-kawan yang sependapat dengannya untuk tetap fokus dengan gerakan 2019 ganti presiden.
• Ruhut Sitompul Beberkan Keberhasilan Kerja Jokowi
"Meskipun banyak kawan2 menganggap gerakan ini hanya lucu2an krn tidak ada dana & tak berstruktur, saya sampaikan ke kawan2 agar selalu luruskan niat dan fokus. Jika lucu2an sudah direspon publik begitu besar, apa lagi jika #2019GantiPresiden dilakukan serius & fokus. Mari," tulis Mardani
Diketahui, Hasil survei yang dilakukan Indo Barometer memperlihatkan, sebanyak 54,5 persen responden mengetahui gerakan "#2019GantiPresiden.
Sementara, 40,7 persen tidak pernah mendengar atau mengetahui dan 4,8 persen tidak menjawab. Namun, sebagian besar responden yang mengaku tahu gerakan #2019GantiPresiden" menyatakan tidak setuju.
• Reaksi Ashanty saat Asisten Rumah Tangganya Ribut Minta Naik Gaji Jadi Sorotan
Hal itu terungkap dalam hasil survei yang berlangsung sejak tanggal 15 hingga 22 April 2018 di 34 provinsi Indonesia.
"Mayoritas publik yang mengetahui gerakan #2019GantiPresiden menyatakan tidak setuju dengan gerakan tersebut 61,1 persen, yang setuju 34,1 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari dalam rilis survei Indo Barometer di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Selasa (23/5/2018).
• Siswa SD Hamili Siswi SMP hingga Ketua MPR Geram dengan Kinerja Menteri Agama
Adapun alasan terbesar mereka yang tak setuju gerakan tersebut, memilih untuk melanjutkan pembangunan (29,1 persen), kinerja Jokowi terbukti (13,1 persen).
Alasan lain, puas dengan kinerja Presiden saat ini (7,8 persen), mempertahankan Jokowi (7,1 persen), dan menganggap hanya isu politik (6,7 persen).