Breaking News:

Soal Daftar Muballigh, Marzuki Alie: Kasihan Aja Menterinya Tanda Tangan, Dampaknya ke Presiden

Dirinya juga menyarankan apabila dirjennya kurang kerjaan, sebaiknya Mahfud memberikan tambahan pekerjaan untuk bantu-bantu sosialisasi Pancasila.

Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
KOMPAS.com/Indra Akuntono
Marzuki Alie 

TRIBUNWOW.COM - Kementerian Agama (Kemenag) merilis daftar 200 nama muballigh yang direkomendasikan untuk mengisi kegiatan keagamaan umat Islam, Jumat (18/5/2018).

Rilis yang disampaikan tersebut dalam rangka menjawab pertanyaan dari masyarakat terkait nama muballigh yang dianggap berkompeten dalam menyampaikan syiar.

“Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi muballigh oleh masyarakat. Belakangan, permintaan itu semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama muballigh,” terang Lukman yang dikutip dari laman resmi Kemenag.go.id.

Nama-nama muballigh dalam daftar tersebut dihimpun dari masukan tokoh agama, ormas keagamaan, dan tokoh masyarakat.

Nama muballigh yang masuk dalam rilis menurut pihaknya telah dianggap memenuhi tiga kriteria penting, yakni mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, serta berkomitmen terhadap bangsa yang tinggi.

Sandal Bertuliskan Arab Tuai Polemik, Begini Arti Tulisannya

Menanggapi kabar tersebut, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD memberikan pernyataan.

"Meski saya tak mengikuti langsung karena sedang di New York tp banyak yang nanya kepada saya tentang rilis daftar muballigh oleh Kemenag.

Apakah itu tepat? Bagaimana tanggapan saya tentang masuknya nama saya ke dalam daftar tersebut? Menurut saya itu biasa saja tak perlu ditafsiri secara politik.

Rilis itu hrs disikapi sebagai inventarisasi muballigh, bukan akreditasi atau seleksi muballigh.
Kalau inventarisasi nantinya bisa ditambah setiap bulan atau ditambah secara berkala.

Yang belum masuk sekarang, ya besok dimasukkan sesuai dengan hasil inventarisasi baru.

Rilis itu tak blh dianggap sbg akreditasi atau seleksi.

Sebab kita tahu, banyk yg tdk masuk dlm daftar tp nyata2 bagus sbg muballigh.

Sebaliknya ada nama-nama di dalam daftar itu yang mungkin belum diketahui oleh publik kapasitasnya sebagai muballigh. Jangan disikapi berlebihan lah.

Kemenag mungkin hanya ingin mempermudah masyarakat yang kerapkali bertanya ke kemenag tentang muballigh yg bisa diundang, maka dibuatlah daftar itu.

Mungkin diambil dari daftar penceramah di Masjid-masjid besar spt Masjid Istiqlal atau dari teve-teve yg punya program2 keislaman.

Halaman 1/2
Tags:
Marzuki Alie
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved