Breaking News:

Bom di Surabaya

Terkuak Keseharian dan Pekerjaan Istri Terduga Teroris di Manukan Surabaya

Seorang warga yang bernama Ningsih mengungkapkan fakta soal istri terduga teroris di Manukan Surabaya.

Penulis: Woro Seto
Editor: Woro Seto
tribunjatim
Lokasi kos terduga teroris 

TRIBUNWOW.COM - Seorang warga yang bernama Ningsih mengungkapkan fakta soal istri terduga teroris di Manukan Surabaya.

Diketahui, telah terjadi baku tembak antara keluarga terduga teroris dengan Densus 88 di manukan Surabaya, Selasa (15/5/2018).

"Iya kami konfirmasi memang ada baku tembak," kata Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Menurutnya, ada satu orang meninggal akibat baku tembak itu.

Fadli Zon: Rupiah Tembus 14.100, Halo Pak Jokowi, Whats Next?

"Sementara ada satu pelaku yang meninggal umur 39 tahun," ujarnya.

Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan ada 3 alasan kuat hingga densus 88 melakukan tindakan keras.

Pelaku itu, kata Barung melawan polisi ketika akan ditangkap sehingga terpaksa harus dilumpuhkan.

"Pelaku melakukan perlawanan dengan bom dan senjata tajam, dua, baku tembak tersebut meresahkan warga, ketiga kami mengambil tindakan cukup keras karena disitu pemukiman cukup padat," ujarnya.

Setelah itu, tampak petugas yang membawa kantung jenazah yang akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. 

Lokasi baku tembak adalah kawasan padat penduduk dan penuh dengan kos-kosan.

RUU Antiterorisme, Wiranto: Definisi Teroris Kita Anggap Sudah Selesai, Tidak Perlu Diperdebatkan

"Di sini memang daerah kos, banyak kos di sini, biasanya aman, ini baru pertama kali," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga sekitar tak menduga sebelumnya di kawasannya bersarang terduga teroris.

"Berkali-kali (dengar baku tembak sekira pukul 17.00 WIB), gak menyangka, semua itu sunyi kayak kegiatan biasa, tiba-tiba ada baktu tembak," ujar salah satu Warga yang ditemui Kompas TV di lokasi.

Narasumber Kompas TV mengaku berada di lokasi yang sangat dekat dengan lokasi baku tembak.

"Sangat dekat, 20 meter dari lokasi," ujar warga.

Warga langsung masuk ke dalam rumah untuk mengamankan diri usai mendengar baku tembak.

"Kalo kejadiannya gak tau, dengar baku tembak saya langsung ke dalam rumah menyelamatkan diri," ujar Warga.

Warga juga menyebutkan, lokasi baku tembak adalah kos-kosan.

"Gak ada yang tau kalo di sini ada teroris," ucapnya. 

Sementara itu, seorang warga yang bernama Ningsih juga memberikan keterangan terkait keluarga terduga teroris.

Kepada TribunJatim.com, Ningsih mengatakan, untuk keseharian istri yang diketahui bernama Yanti, adalah berdagang jajanan pasar.

"Kalau istrinya jualan arem-arem, biasanya dititip-titipkan," paparnya pada TribunJatim.com, Rabu (16/5/2018).

Ningsih mengatakan bahwa Teguh dan istrinya Yanti memiliki 3 orang anak.

Addie MS Bahas RUU Antiterorisme, Rachel Maryam:Hambatannya Ada di Pemerintah, Jokowi Kepalanya

"Setahu saya mereka punya tiga anak, yang besar lulus SD, anak pertama namanya D, anak kedua F, dan anak ketiga namanya H," sambungnya.

Ningsih juga membeberkan jika Teguh dan Yanti merupakan orang yang tertutup.

Diketahui, bahwa Teguh merupakan orang yang paling dicari lantaran masih ada hubungan dengan Anton Ferdiantono, teroris yang juga sempat dilumpuhkan di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo beberapa waktu lalu.

Teguh terpaksa dilumpuhkan petugas Kepolisian lantaran berupaya melawan petugas dengan menggunakan sebilah pisau saat penyergapan pada Selasa (16/5/2018) petang. (*)

4 Fakta Guru Pelaku Bom Surabaya dan Sidoarjo, Kerap Adakan Pertemuan dengan Nobar Film Teroris

Sumber: Tribun Jatim
Tags:
ManukanBom SurabayaBom Sidoarjo
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved