Bom di Surabaya
Mengharu Biru Pemakaman Evan & Nathan: Dipajang Mainan Kesayangan hingga Pengakuan Teman Sekolah
Suasana haru biru mengiringi prosesi penghormatan terakhir penutupan peti kakak beradik Vicencius Evan dan Nathanael Ethan.
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Teman-teman Evan
Para teman satu sekolah Evan yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir bernama Aimee Febriani Susetyo mengaku kaget dan sedih saat mendengar kabar duka.
"Saya tidak menyangka waktu itu mendengar kabar Evan telah tiada," kata Aimee.
Ia menceritakan, di sekolah Evan dikenal sosok yang sangat baik hati dan ramah. Evan juga sering kali membantu gurunya.
"Selain guru, Evan selalu membantu temannya yang sedang kesusahan," sambungnya.
• Fakta-fakta Teroris Riau: Identitas dan Surat Wasiat Seruan Jihad Kami Akan Terus Memerangi Kalian
Cerdas dan jago Matematika
Aimee melanjutkan, Evan termasuk murid yang cerdas. Ia menyebutkan Evan pintar dalam pelajaran matematika.
"Semoga Evan diterima di sisi Tuhan," doanya.
Teman satu kelas Evan bernama Jefferson Randy membenarkan pernyataan Aimee, bahwa Evan pintar dalam pelajaran matematika.
"Nilai Matematika Evan 100," imbuh Jefferson.
Jefferson mengaku kehilangan Evan, sebab Evan adalah teman bermainnya.
"Kalau di sekolah main zombie-zombiean lalu main game Mobile Legend bareng. Evan anaknya pintar," terangnya.
• Inilah Identitas 4 Pelaku Teroris Penyerang Mapolda Riau
Dihadiri Arist Merdeka Sirait
Turut hadir pula Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA), Arist Merdeka Sirait, di Rumah Duka Adi Jasa untuk memberikan penghormatan terakhir dan support kepada keluarga Evan dan Nathan.
Setelah memberikan penghormatan terakhir, Arist mengomentari aksi bom bunuh diri yang mengikutserakan anak-anak di bawah umur.