Bom di Surabaya
Libatkan Anak dalam Aksi Teroris, Ledakan Bom di Surabaya Mendapat Perhatian Dunia
Rangkaian aksi ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo telah memunculkan peran anak-anak yang terlibat dalam aksi terorisme
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Rangkaian aksi ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo telah memunculkan peran anak-anak yang terlibat dalam aksi terorisme.
Dilansir Tribunwow dan abcnews.com, aksi teror yang melibatkan anak-anak ini merupakan tren baru dalam suatu kelompok jaringan teroris.
Absnews mengatakan para analis memperingatkan jika akan lebih banyak orangtua yang rela mengorbankan anak mereka sendiri dalam aksi ledakan bom.
"Anak-anak digunakan dalam aksi terorisme karena anak-anak jarang diperiksa oleh petugas," tulis abcnews, pada Rabu (16/5/2018).
Hal itu membuat orangtua merasa tertarik untuk melibatkan anak meraka.

CCTV GKI Surabaya (Youtube)
Profesor politik Universitas Deakin, Damian Kingsburg, mengatakan sangat umum bagi kelompok-kelompok radikal yang bersedia mengorbankan diri mereka sendiri.
Tapi biasanya mereka tidak mau mengorbankan keluarganya sendiri.
Tapi dalam kasus teror bom Surabaya dan Sidoarjo ini Damian berpendapat bahwa mereka memiliki tingkat kefanatikan tertentu.
• BREAKING NEWS - Mapolda Riau Diserang Terduga Teroris
"Setidaknya pihak orangtua memiliki keyakinan sangat kuat bahwa mereka akan pergi ke surga dan ingin membawa serta anak-anak mereka," kata Damian.
Tambahan lain juga dikemukakan oleh Prof Gunaratna, profesor yang menangani kekerasan dan tindak terorisme ini mengatakan ideologi orangtua tentang radikalisme, memasuki pikiran anak-anak.
"Kemudian semua ingin berpartisipasi dalam aksi teror dengan harapan mereka bisa masuk surga bersama-sama," kata Gunaratna.

Bom Polrestabes (youtube)
Tren ini adalah tren yang berbahaya karena tidak mungkin keluarga tersebut melakukannya sendirian, melainkan kelompok yang lebih besar bisa menaunginya.
Dalam rentetan aksi teror di Surabaya di Sidorajo sendiri, tiga keluarga terduga teroris melakukan aksi bom diri dengan anak-anak mereka.
Keluarga Dita, pelaku bom Surabaya membawa serta empat anaknya yang dinyatakan meninggal dunia.
Bom Sidoarjo juga memakan korban anak-anak yang merupakan sulung dari teroris.
• Beredar Foto Suasana di Dalam Kompleks Mapolda Riau, Ada yang Tergeletak
Dilansir Tribunnews, anak kedua pelaku bom Sidoarjo menolak doktrin orangtuanya mengenai konsep jihad dengan bom bunuh diri.
Bahkan saat anak-anaknya dipaksa untuk mengaku menjalani home schooling di rumah, anak kedua mereka memilih untuk bersekolah normal dan tingal bersama neneknya.
Saat kejadian ia sempat menghindar dari bom dan menyelamatkan kedua adiknya.
Sedangkan bom Mapolresta Surabaya, pelaku juga membawa serta keluargnya dengan menggunakan sepeda motor.
Satu anak berhasil diselamatkan karena saat bom meledak, anak tersebut terpental. (Tribunwow/Tiffany Marantika)