Breaking News:

Bom di Surabaya

Ferdinand Hutahaean Ingatkan RUU Terorisme Jangan Sampai Digunakan untuk Menangkap Orang tanpa Bukti

Ferdinand Hutahaean singgung mengenai RUU Terorisme, jangan sampai digunakan untuk menangkap orang tanpa bukti.

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Twitter

"Sy mengajak kita semua utk melihat #BomSurabaya adlh tragedi dsn kejahatan kepada kemanusiaan.

Kejahatan kemanusiaan itu bisa dilakukan olh siapa sj tanpa melihat agama dan sukunya.

Kejahatan kemanusiaan hrs dilawan dgn benar olh semua pihak. Bkn dgn narasi Kami Tidak Takut."

"Mari mengheningkan cipta, berdoa utk para korban. Jgn ada yg merasa senang melihat korban berjatuhan.

Kita semua adlh manusia yg sama, terlepas dr agamamu apa, sukumu apa. #BomSurabaya adlh teror dan kejahatan kpd kemanusiaan.

Kita hrs lawan dgn cara yg tepat."

Jumlah Korban Serangan Bom Surabaya Kian Bertambah, 11 Meninggal, 41 Luka-luka

Ferdinand juga menyinggung mengenai Undang-Undang Terorisme yang sampai saat ini belum disahkan.

Menurut Ferdinand, insiden terorisme di Surabaya tidak boleh dijadikan sebagai pembenaran untuk menciptakan Undang-Undang Terorisme yang bisa menangkan dan menahan orang tanpa bukti.

Bagi Ferdinand, hal tersebut berbahaya bagi demokrasi.

Maka dari itu, Ferdinand meminta agar permasalahan terorisme ini diselesaikan akarnya, yakni menghentikan ketidak-adilan.

"Jgn sampai kejahatan kemanusiaan #BomSurabaya jd pembebaran menciptakan UU Terorisme yg bs menamgkap, menahan org tanpa bukti. Ini bahaya bg demokrasi.

Selesaikan akar masalahnya, hentikan ketidak adilan, mk semua tidak akan takut dan tdk perlu teriak Kami Tidak Takut," ungkap Ferdinand.

Polri Singgung RUU Terorisme yang Mandek

Rentetan aksi teror yang terjadi belakangan disebut menunjukkan bangkitnya sejumlah sel teroris yang tertidur.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, hal ini disebabkan lemahnya regulasi untuk menindak terduga teroris sebelum melancarkan aksinya.

Halaman
1234
Tags:
Ferdinand HutahaeanBom Gereja SurabayaTwitter
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved