Meski Tinggal di Gubuk dan Pernah Minum Air Comberan, Keluarga Ini Robek Uang Bantuan dari Lurah
Bagi anda yang melintasi kawasan Tangerang, tentunya akan menyaksikan sebuah pemandangan yang berbeda.
Editor: Claudia Noventa
"Kagak mau, bukan itu yang kita inginkan, kita tidak mau dibelaskasihani," kata Aras sapaanya kepada wartawan TribunJakarta.com, pada Kamis (3/5/2018).
"Berusaha pakai tangan sendiri, apa yang ketemu, kita makan," tambahnya.
Di pelataran gubuknya, Pak Aras menanam tanaman kapas dan padi. Ia juga mengonsumsi padi yang ia tanam sendiri itu.
Aras juga menceritakan pernah dapat bantuan dari lurah yang kantornya hanya berjarak sekira 100 meter dari gubuknya,.
Namun uang yang diberikan disobek.
• Seorang Penonton Ditemukan Tewas Usai Menonton Film Avengers: Infinity War
Dia menolak pemberian dari lurah karena orang tuanya merasa pernah ditipu pihak kelurahan.
"Apa lagi waktu lebaran yang lalu ya, dikasih sama lurah duit ya, kita sobek. Dikasih duit buat beli baju anak-anak," ujarnya.
Aras bahkan mengaku sedih karena sampai saat ini belum bisa memberikan sesuatu kepada orang-orang.
"Justru sekarang gua sedih, kita belum ngasih sama orang-orang. Itu doang," ujarnya.
Suami dari Yulianti ini mengungkapkan, dirinya dan keluarga hanya ingin hidup tenang.
"Kalau kita sih ke depannya, kalau kita ya namanya berhubungan dengan alam kepingin tenang doang," katanya.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Kisah Keluarga yang Tinggal di Gubuk, dari Minum Air Comberan hingga Robek Uang Bantuan Lurah