May Day, Fadli Zon: Kehidupan Buruh di Era Jokowi Semakin Suram
Wakil Ketua DPR, Fadli Zon memberikan padangannya terkait keadaan buruh kini di peringatan Hari Buruh Nasional yang jatuh pada hari ini, Selasa (1/5).
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPR, Fadli Zon memberikan padangannya terkait keadaan buruh kini di peringatan Hari Buruh Nasional yang jatuh pada hari ini, Selasa (1/5/2018).
Menurut Fadli, kehidupan buruh di era Jokowi kini semakin suram.
"Saya melihat demi memuluskan kepentingan investasi asing, pemerintah Presiden Joko Widodo dinilai terus menerus mengorbankan kepentingan buruh lokal", ujar Fadli melalui akun media sosial twitternya, @Fadlizon.
• Namanya Diungkit Mahfud di Kasus Persekusi CFD, Fahri Hamzah Sebut Ada Persoalan yang Lebih Penting
Fadli Zon terus menjelaskan penyebab suramnya kehidupan para buruh yang tidak lain dikarenakan dari tindakan pemerintah yang terus merilis berbagai aturan yang menyerahkan kesempatan kerja di dalam negeri kepada buruh asing termasuk untuk pekerjaan-pekerjaan kasar.
"Tiga tahun lalu, misalnya melalui Permenakertrans No. 16/2015, pemerintahan telah menghapuskan kewajiban memiliki kemampuan berbahasa Indonesia bagi para pekerja asing. Belum ada setahun, peraturan itu kembali diubah menjadi Permenakertrans No. 35/2015. Jika sebelumnya ada ketentuan bahwa setiap satu orang tenaga kerja asing yang dipekerjakan oleh perusahaan harus dibarengi dengan kewajiban merekrut 10 orang tenaga kerja lokal, maka dalam Permenakertrans No.35/2015, ketentuan itu tidak ada lagi", tambah Fadli.
Fadli juga menilai kebijakan ketenagakerjaan yang disusun oleh pemerintahan saat ini kacau balau.
"Hanya demi mendatangkan dan menyenangkan investor, banyak aturan dilabrak", tutur Fadli.
Politisi dari fraksi Partai Gerindra ini pun sangat merasa prihatin dengan kabar jika dari sisi kesejahteraan, upah minimum buruh di Indonesia merupakan yang terendah keempat di ASEAN. (TribunWow/Dian Naren)
• Hari Buruh Mayday, Rocky Gerung Keluarkan 3 Dalil Utamanya