Breaking News:

Pasca Ucapan Bubar 2030 Bisa Lebih Cepat, Gatot Prediksikan Indonesia 5 Besar Kekuatan Ekonomi Dunia

Gatot Nurmantyo mengunggah sebuah prediksi Indonesia di tahun 2050 dimana pada posisi tersebut, Indonesia akan menjadi 5 besar kekuatan ekonomi dunia.

Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
Kompas.com
Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebelumnya pernah menyatakan jika Republik Indonesia sudah tidak ada lagi di tahun 2030.

Pernyataan Prabowo tersebut ia ungkapkan dalam acara Konferensi Nasional dan Temu Kader Partai Gerindra yang diunggah dalam akun resmi Gerindra, Senin (19/3/2018).

Dikabarkan pernyataan Prabowo tersebut hasil dari kutipan dalam sebuah karya fiksi berjudul 'Ghost Fleet' yang ditulis oleh Peter W Singer.

Menanggapi hal tersebut, Mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo membenarkan ucapan Prabowo.

"Bahkan menurut saya bisa aja sebelum 2030. Apabila kesenjangan sosial semakin tinggi, kemiskinan semakin menjadi-jadi, kepastian hukum tidak ada, akhirnya masyarakat frustasi, terjadilah krisis ekonomi, krisis sosial bisa ajua itu semua terjadi (tergantung) bagaimana kita memandang ini.

Jadi, mari kita berpikiran positif bahwa itu adalah merupakan semacam warning untuk kita waspada bagi sesama anak bangsa, saling melihat indikasi-indikasi yang itu,"katanya.

Moeldoko Sebut Kemungkinan Pencabutan Tersangka Rizieq, Denny Siregar: Saya Mengundurkan Diri

Kini, melalui akun twitter pribadinya, @Nurmantyo_Gatot, dirinya mengunggah sebuah prediksi Indonesia di tahun 2050.

Menurut Gatot, Indonesia akan menjadi 5 besar kekuatan ekonomi dunia karena mempunyai modal.

"Indonesia ekonomi nomor 5. Mengapa kita bisa? karena kita punya modal.

Modal kita dari segi geografis, suatu regional yang dimana pertumbuhan ekonominya kurang lebih sepuluh tahun 5%. Tiongkok pun melihat ini sangat strategis, one belt one road pun dibuat sama.

Kita ditengah-tengah ekuator, kita seperdelapan dunia bahwa transportasi darat itu costnya kurang lebih 0,25 sen per kilometer. Jika menggunakan jalur laut, hanya memakan biaya 0,02 sen.

Jadi sangat hemat lewat laut.

Penduduk kita yang produktif adalah 160-180 juta orang, atau sekitar 69%.

Kita lihat modal-modal yang ada pada kita semuanya, terus apa yang membuat kita tidak optimis?", ujar Gatot.

(TribunWow/Dian Naren)

Amien Rais Sebut Zulkifli Hasan Bersandiwara Dukung Jokowi, Nadirsyah Hosen: Perannya Apa Ki Manteb?

Tags:
2030Gatot Nurmantyo
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved