Partai Gerindra: TKA dari Tiongkok Arusnya Deras, Setiap Hari Masuk ke Indonesia
Baru-baru ini Ombudsman Republik Indonesia (ORI) merilis hasil investigasi tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia.
Penulis: Maria Novena Cahyaning Tyas
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Baru-baru ini Ombudsman Republik Indonesia (ORI) merilis hasil investigasi tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia.
Dari hasil investigasi tersebut, terungkap fakta bahwa data TKA yang dimiliki pemerintah dengan temuan lapangan sangat jauh berbeda.
Menurut pemerintah, TKA yang bekerja di Indonesia adalah tenaga ahli dan profesional.
Namun hasil temuan dari Ombudsman, nyatanya di lapangan mayoritas TKA bekerja sebagai buruh kasar.
Hal ini tentu menimbulkan reaksi dari hampir seluruh kalangan.
Mulai dari masyarakat biasa, seniman, hingga para pejabat dan politikus.
Sebut saja Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Politikus PKS Mardani Ali Sera, seniman Ratna Sarumpaet, dan masih banyak lagi.
Tak ketinggalan, Partai Gerindra pun turut menyampaikan pendapatnya.
Hal ini dimulai dari seorang netizen bernama Catur Arisanto (@arisanto_catur) yang menanggapi berita tentang usulan pembentukan pansus TKA.
Netizen tersebut tampak berdebat dengan netizen lain soal TKA.
Kemudian, Partai Gerindra pun mengatakan bahwa Prabowo Subianto punya pendapat berbeda.
Bung, mungkin banyak pemimpin yang mengatakan bahwa rakyat Indonesia tidak bisa bersaing dengan bangsa lain, itu alasan mereka mengizinkan Tenaga Kerja Asing masuk ke Indonesia. Tapi, Pak @prabowo mempunyai pendapat yang berbeda.
Pak @prabowo berpendapat; Handal tidak handal rakyat kita, lemah atau kuat rakyat kita, kalau rakyat kita lemah harus dibikin kuat, kalau rakyat kita kurang pintar harus dibikin pintar, kalau rakyat kita kurang mampu harus dibantu menjadi mampu.
Bukan kita menyerah, bukan kita menyalahkan rakyat kita sendiri, bukan kita membiarkan rakyat kita untuk menjadi kacung bangsa lain.
Akun resmi Partai Gerindra (@Gerindra) pun turut memposting sebuah foto berita dengan headline 'Sopir Lokal Dibayar Rp 5 Juta, Sopir Asing Dibayar Rp 15 Juta'.