Breaking News:

Hidayat Nur Wahid: Semestinya Perpres Percepatan Pembuatan Lapangan Kerja untuk WNI, Bukan TKA

Ombudsman Republik Indonesia melaporkan temuannya terhadap banyak tenaga kerja asing (TKA) yang berasal dari China masuk ke Indonesia setiap hari.

Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
Jokowi Hidayat 

TRIBUNWOW.COM - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) melaporkan temuannya terhadap banyak tenaga kerja asing (TKA) yang berasal dari China masuk ke Indonesia setiap hari dan menjadi buruh kasar.

Hal ini berkenaan dengan investigasi pelayanan publik dalam rangka penempatan dan pengawasan TKA di Indonesia yang dilakukan pada Juni-Desember 2017.

Komisioner Ombudsman, Laode Ida mengatakan TKA yang bekerja sebagai buruh kasar salah satunya benyak ditemukan di Morowali, Sulawesi Tengah.

Bahkan pihaknya pernah menemukan sopir angkutan barang kebanyakan berasal dari luar negeri.

Ia juga bercerita saat pergi dari Bandara Soekarno-Hatta menuju ke Kendari, Sulawesi Tengah, pesawat yang ditumpanginya didominasi oleh orang asing.

Hal itu, kata dia, masih terjadi hingga hari ini.

Ia menyimpulkan kebanyakan orang asing yang ditemuinya di pesawat itu adalah TKA yang bekerja sebagai buruh kasar di Morowali.

Hal ini lantas menjadi perhatian dari Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid.

Melalui akun twitter @hnurwahid, dirinya mengatakan semestinya dibuat Perpres percepatan pembuatan lapangan kerja untuk WNI, bukan justru untuk TKA.

"Hasil investigasi Ombudsman:mayoritas TKA China bukan skilled labour tapi buruh kasar.
Mereka tak diperlukan,bahkan nyerobot lapangan kerja warga Indonesia,sampai jadi TKI.

Maka mestinya dibuat Perpres percepatan pembuatan lapangan kerja unt WNI,bukan ttg TKA"

Hasil Voting Iwan Fals soal Kinerja Presiden-Wapres hingga Jokowi Buka Kesempatan untuk Prabowo

Laode juga sebelumnya sempat menyatakan ada ketimpangan antara data yang diberikan pemerintah dengan kenyataan di lapangan.

Berdasarkan data resmi Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah TKA tahun lalu mencapai 126 ribu orang atau meningkat 69,85 persen dibandingkan akhir 2016 sebanyak 74.813 orang.

Menurutnya jumlah TKA yang ada di lapangan masih lebih banyak lagi dari data yang diberikan oleh Kementerian Tenaga Kerja.

Halaman
12
Tags:
Hidayat Nurwahid
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved