Jelang Pilpres 2019 Kerap Diserang Beragam Isu, Jokowi: Adu Gagasan, Biar Masyarakat Cerdas
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan soal isu-isu yang kerap menyerang dirinya.
Penulis: Woro Seto
Editor: Woro Seto
TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan soal isu-isu yang kerap menyerang dirinya.
Dilansir TribunWow.com, melalui akun Youtube Najwa Shihab yang diungah pada Rabu (25/4/2018).
Diketahui, beberapa waktu yang lalu, Presiden Jokowi dituduh sebagai orang Partai Komunis Indonesia (PKI).
Tak hanya itu, ia juga kerap disebut sebagai antek asing dan aseng.
Menanggapi hal itu, Jokowi meminta agar semua tokoh yang terlibat dalam politik untuk beradu gagasan agar masyarakat cerdas.
• Ditanya Apa Keuntungan Jadi Cawapres hingga Diperebutkan, Jokowi: Ya Nggak Tahu
"Isu-isu anti Islam, isu PKI, isu antek asing dan aseng, itu semata-mata hanya seranga politik, terkadang jahatnya politik disitu, nah, saya mengajak dalam kontelasi politik pemilihan bupati, walikota, gubernur, presiden, adu program dan adu ide, adu gagasan sehingga memberikan pencerahan dan kecerdasan dalam berpolitik," ujar kepala negara Indonesia itu.
Terkait kritikan yang menyerang presiden, beberapa oknum mendapatkan tindakan hukum yang cepat, Jokowi mengaku bahwa hal itu tidak benar.
"Itu termasuk wilayah hukum, ada bukti ada yang melapor dan ada yang terlapor, siapapun itu, nggak hanya yang menyerang saya" ujarnya.
• Ditanya Nama Jusuf Kalla Jadi Cawapres 2019, Jokowi: Beliau Termasuk yang Terbaik
Diketahui beberapa waktu lalu, Jokowi menghadiri pembagian sertifikat kepada warga di Alun-alun Kota Serang, Banten, Rabu (14/3/2018) memaparkan soal tuduhan oknum yang menyebut dirinya PKI.
Awalnya, Jokowi mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi dengan hoaks dan fitnah yang bertebaran di media sosial jelang pemilihan kepala daerah.
Setelah itu, Jokowi pun bercerita bahwa dirinya juga menjadi korban hoaks.
"Ada yang menyampaikan suara di medsos, Presiden Jokowi itu PKI. Fitnah seperti itu, coba," kata Jokowi. Jokowi menilai, fitnah tersebut lucu dan tak masuk akal. Sebab, PKI sudah bubar pada tahun 1965. Sementara Jokowi sendiri lahir pada 1961. "Baru umur tiga tahun. Masa ada PKI umur tiga tahun? Masa PKI balita?" kata Jokowi.
Adapun, yang membuat Jokowi bertambah heran, ada saja masyarakat yang masih mempercayai isu tersebut.
Kepala Negara pun mengaku kerap merasa marah dengan tudingan yang tak berdasar tersebut.
• Eskpresi Rocky Gerung Ditanya Kepercayaannya Kepada Tuhan hingga Ruhut Sebut Fadli Zon Kerap Nyinyir
"Ini bagaimana, kadang-kadang ya jengkel tapi cari orangnya enggak ketemu-ketemu. Awas kalau ketemu, tak (saya) 'gebuk' betul itu," kata Jokowi, yang kemudian disambut tepuk tangan warga.
Jokowi mengimbau masyarakat untuk tidak termakan fitnah dan hoaks semacam itu. Jangan sampai karena termakan isu fitnah dan hoaks, masyarakat jadi salah memilih pemimpin.
"Itulah kita harus hati-hati betul dalam pilkada, pilpres, harus hati-hati. Pilihlah pemimpin yang baik. Jangan sampai keliru. Kalau keliru yang dirugikan juga masyarakat semuanya," kata dia. (TribunWow.com/Woro Seto)
• Kecantikan Gadis Penjual Popcorn Jadi Sorotan hingga 3 Alasan Mengapa Banyak Kartun Berwarna Kuning