Ditanya Pernah Nggak Ketemu Jokowi? Ini Jawaban Rocky Gerung
Rocky Gerung menjawab pertanyaan Effendi Gazali soal yang mempertanyakan pernah tidak bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Penulis: Woro Seto
Editor: Woro Seto
TRIBUNWOW.COM - Rocky Gerung menjawab pertanyaan Effendi Gazali soal yang mempertanyakan pernah tidak bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dilansir TribunWow.com, melalui akun Youtube metrotvnews yang diunggah pada Selasa (24/4/2018).
Mulanya, seorang pegiat media sosial, Victor Kamang memberikan pertanyaan untuk Rocky Gerung.
"Reaksi masyarakat yang biasanya reaktif dengan hal-hal yang berbau keyakinan, tapi kini ketika bang Rocky bisa kini menjadi akademisi, dan bisa diterima lalu Bang Rocky bisa merubah masyarakat dengan diksi dengan lebih berat untuk merangsang kecerdasan," tanya Victor Kamang.
Mendapat pertanyaan itu, Rocku membeberkan pertemuannya denagn SBY.
• Denny Siregar: Jokowi Itu Kuda, Jangan Lengah, Curigalah Ketika Ia Tersenyum Ceria
"Kalau saya bertemu SBY rutin, kita bantah-bantahan soal globalisasi, pertahanan negara, diskusinya enak, nggak bahas soal agama, saya nggak bisa diskusi dengan Jokowi soal itu, dengan tipe yang itu, mungkin soal lain bisa soal bentuk skrup," ujar Rocky.
Kemudian Denny Siregar mempertanyakan "pernah bertemu Jokowi nggak?"
"Tentu kita punya sensor yang cukuplah, pasti nggak nyambung, belum pernah, belum ketemu, namun jika bertemu bisa aja, namun pertanyaan itu kan kini masih fiksi," ujar Rocky.
Menanggapi isu kedekatannya dengan Cikeas, Rocky Gerung mengakui hal tersebut.
"Ya, saya dekat dengan Cikeas dalam arti saya suka suasana dimana ada pikiran diolah. SBY dan AHY teman diskusi saya.
Dan itu tidak ada urusannya dengan fee atau transfer. Saya tidak nikmati itu, saya nikmati percakapan.
• Kemenaker Sebut 5 Tahun Jokowi Sudah Mampu Ciptakan 10 Juta Lapangan Kerja, Demokrat: Bohong!
Kalau saya nikmati transfer, saya berhenti untuk bercakap-cakap. Ngapain? Kan dalam percakapan ada duel argumen", ujar Rocky.
Dirinya juga menyayangkan perihal opini masyarakat yang menganggap setiap ada percakapan, selalu ada fee.
"Sekarang setiap upaya menghasilkan diskursus baru, selalu dibayar. Itu bagian buruk dari kita.
Kita seolah-olah bisa berteman secara politik berupaya untuk menghasilkan ide.
Orang biasa tanya NPWP, bukan IQ", tutur Rocky.
Dirinya juga menampik anggapan jika dirinya suka mengritik presiden (Jokowi).
Rocky mengatakan yang ia kritik bukan pribadinya, melainkan secara konstitusi.
"Saya tidak pernah kritik pribadi presiden, yang saya kritik adalah konsep publiknya yang tidak konsisten. Presiden kan kata benda (institusi ataupun fungsi)", ujarnya.
• Kemenaker Sebut Jokowi Tuntaskan Janji 10 Juta Lapangan Kerja, Budiman Sudjatmiko: Masih Mau Ribut?
Masih menanggapi isu Cikeas, budayawan Sudjiwo Tedjo mengatakan:
"Soal dekatnya Cikeas dan fee, saya kok percaya karena banyak cerita tentang temen deket mahasiswa yang bahkan sering pinjam uang ke anda. Anda orang kaya", ujar Sudjiwo. (TribunWow.com/Woro Seto)
Lihat videonya di bawah ini.
• Amien Rais Masuk Partai Allah atau Partai Setan? Ini Jawaban Mahfud MD
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/rocky-gerung-dan-presiden-jokowi_20180214_190143.jpg)