Breaking News:

Pemilu 2019

Ketum PPP Blak-blakan Ungkap Niat Duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2019

Romahurmuziy mengungkapkan, Jokowi sempat menanyakan pendapatnya jika ia menggandeng Prabowo sebagai cawapres pada Pilpres 2019.

Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren

TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum PPP Romahurmuziy sengaja menggulirkan isu Presiden Joko Widodo menggandeng Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden pada Pemilu Presiden 2019.

Hal ini ia tuliskan dalam akun Twitter pribadinya @MRomahurmuziy, Selasa (17/4/2018).

"Segala kemungkinan masih bisa terjadi, termasuk kemungkinan duet JOKOWI - PRABOWO.

Kami mendukung hal ini demi menjaga persatuan serta demi mengurangi ujaran kebencian dan cacian sesama anak bangsa.

Soal kemungkinan calon tunggal jika duet itu terjadi tidak perlu dipersoalkan, karena hal tersebut merupakan bahagian dari demokrasi, yang jelas ini akan menjadi suatu hal yang sangat positif untuk bangsa Indonesia", ujarnya.

Kritik Jokowi, CEO AMI Group: Apakah Negeri Ini Kehabisan Stok Orang yang Konsisten dengan Ucapan?

Dikabarkan sebelumnya, Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengungkapkan, Jokowi sempat menanyakan pendapatnya jika ia menggandeng Prabowo sebagai cawapres pada Pilpres 2019.

Hal ini disampaikan Romy saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP di Hotel Patra, Semarang, Jumat (13/4/2018).

Romi mengaku menyambut baik ide Jokowi tersebut. Prabowo, kata Romi, juga mengapresiasi tawaran Jokowi.
Romi menyampaikan, saat itu Prabowo merasa terhormat karena mendapatkan tawaran dari Jokowi untuk menjadi cawapres.

Ia mengatakan, dua pekan yang lalu, Prabowo mengirim utusan ke Jokowi untuk menanyakan kelanjutan tawaran cawapres.

Namun, kata Romi, Jokowi belum bisa menjawab karena masih harus mendengar masukan dari semua ketua umum parpol yang beberapa di antaranya masih berada di luar negeri atau masih disibukkan urusan partai.

Rustam Ibrahim: Saya Sesalkan jika Ada Orang Sebut PKB dan PPP sebagai Partai Setan

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan jika pernyataan Romi sengaja ia ungkapkan untuk membantah pernyataan petinggi Gerindra.

"Itu, kan, dimulai dari lontaran Gerindra terlebih dahulu bahwa ada upaya menjadikan Prabowo sebagai cawapres dengan iming-iming sejumlah tertentu. Kan, mulainya dari situ," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Menambahkan, menurut Arsul upaya menyatukan Jokowi dan Prabowo dengan tujuan menghindari terbelahnya masyarakat pada Pemilu 2019. (TribunWow/Dian Naren)

Tags:
Partai Persatuan Pembangunan (PPP)M.Romahurmuziy
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved