Ini yang Akan Terjadi pada Tubuh Jika Rutin Mengosumsi Brokoli
Dalam beberapa literatur disebutkan brokoli mengandung vitamin C dan serat makanan dalam jumlah banyak.
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Brokoli (Brassica oleracea, kelompok Italica) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae.
Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama (sekitar 1970-an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan.
Sebagian diantara kita mungkin belum banyak mengetahui manfaat apa saja yang dapat diperoleh dari sayuran berwarna hijau ini.
Dalam beberapa literatur disebutkan brokoli mengandung vitamin C dan serat makanan dalam jumlah banyak.
Sayuran ini juga mengandung senyawa glukorafanin, yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker sulforafana (sulforaphane).
• Tak Hanya Bermanfaat Untuk Mata, Ini Khasiat Wortel untuk Kulit Wajah
Berikut ini adalah kandungan yang terdapat dalam 1 mangkuk brokoli:
Statistik Nutrisi
Ukuran Porsi: 1 mangkok bunga
- 20 kalori
- 3,6 g karbohidrat (1% DV)
- 2,1 g protein (4% DV)
- 2130 IU vitamin A (43% DV)
- 113 mg vitamin B6 (6% DV)
- 66,2 mg vitamin C (110% DV)
- 34 mg kalsium (3%)
- 0,62 mg besi (3% DV)
- 17.75 mg magnesium (4% DV)
- 46,86 mg fosfor (5% DV)
- 23,75 mg potasium (5% DV)
Kandungan super tersebut menjadikan brokoli memiliki manfaat luar biasa untuk tubuh, seperti:
1. Perlindungan terhadap kerusakan sel
Brokoli mengandung glukosinolat dan vitamin C, yang telah terbukti dapat melawan stres oksidatif.
2. Peningkatan gula darah
Brokoli mengandung sulforaphane, yang dapat menghambat produksi glukosa dan memperbaiki glukosa.
3. Mengurangi risiko kanker
Diet kaya asupan sayuran cruciferous, termasuk brokoli, dapat mengurangi risiko kanker di banyak jaringan termasuk paru-paru, kandung kemih, dan prostat.
Nah lantas apakah bagian kembang brokoli lebih baik dari tangkainya?
Selain berserat dan beraroma, bagian atas brokoli mungkin mengandung lebih banyak nutrisi daripada tangkai.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa biji brokoli dan florets memiliki proporsi senyawa bioaktif tertinggi dibandingkan dengan batang brokoli.
Juga, kuntum memberikan glukosinolat dua hingga tiga kali lebih sehat dan sekitar dua kali lebih banyak polifenol dibandingkan dengan batangnya.
Yang mengatakan, membuang tangkai berarti menyingkirkan sekitar setengah dari total bagian kepala brokoli, jadi Moms bisa juga memotongnya dan menambahkannya ke hidangan tumis atau sayuran yang dibumbui!
Bisakah kita mengonsumsi brokoli mentah dan bagaimana cara yang tepat menyiapkannya?
Mentah atau dikukus bisa menjadi cara terbaik.
Brokoli rebus hanya mengandung 40% kandungan fenolik dari sayuran mentah.
Cobalah menambahkan kuntum brokoli mentah ke salad Anda, atau kukus ringan dan sirami dengan minyak zaitun.
Juga, Vitamin C dan glukosinolat dalam brokoli larut dalam air, membuat mereka lebih rentan terhadap kehilangan selama proses memasak.
Untuk mempertahankan kandungan vitamin C-nya, simpanlah brokoli dalam lemari pendingin ya Moms. (*)
Berita ini telah tayang di Nakita berjudul Mengosumsi Brokoli Setiap Hari, Ini yang Akan Terjadi pada Tubuh!