Bersorak dalam Alunan Lagu Sajojo, Prabowo Bertelanjang Dada Diarak Pendukungnya, Simak Videonya!
Beredar video, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang bertelanjang dada dan dipanggul oleh para pendukungnya.
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Beredar video, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang bertelanjang dada dan dipanggul oleh para pendukungnya.
Dalam video tersebut, Prabowo tampak mengepalkan tangannya seraya mengikuti alunan lagu Sajojo.
Semangat muda Prabowo terpapar jelas dalam video tersebut.
Sesekali ia terlihat mengepalkan tangannya ke hadapan para pendukungnya.
• Unggahan Prabowo Subianto Usai Deklarasikan Diri Sebagai Capres 2019
Tak kalah semangat, para pendukungnya yang berada di sekitar Prabowo juga terlihat bersorak-sorai bersama Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus tersebut.
Beberapa di antara mereka juga bertelanjang dada dalam kerumunan lautan manusia.
• Mengenakan Seragam Dinas saat Hadiri Rakornas Gerindra, Anies Dituding Bolos Kerja
Dilansir dari Tribunnews.com, video tersebut diambil saat Rakornas Partai Gerindra di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4/2018).
Ketua DPP Gerindra Nizar Zahro mengatakan jika video tersebut membuktikan bahwa Prabowo masih bugar untuk mengikuti Pemilu Presiden 2019.
"Tapi pada prinsipnya itu menunjukan kesehatan fisik beliau. Padahal acara (Rakornas) berlangsung sejak pagi sampai malam, itu kan kuat fisiknya beliau, menunjukan kesehatannya, fisiknya, itu adalah cara-cara beliau menyemangati kepada kader-kader," ujar Nizar, Kamis (12/4/2018).
Menurutnya untuk menjadi presiden dibutuhkan kesehatan fisik, selain memiliki kecerdasan, dan memiliki visi ke depan.
Selain itu menurutnya video Prabowo yang diarak telanjang dada tersebut menunjukan semangat ketua Umum dan Partai Gerindra dalam menghadapi Pilpres.
"Sangat penting (sehat), selain cerdas, visioner, kesehatan fisik sangat penting untuk menjadi presiden. Beliau menunjukan semangat kepada para kadernya. Mungkin juga sama dengan cara-cara pak jokowi membagi-bagikan kaos, beras, itu kan cara-cara komunikasi aja," katanya.