Gatot Disarankan Bertemu Fahri selaku Pemegang 'Kunci Gembok': Nanti Kita Ajak Kalau Sudah Longgar
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah berencana untuk mengajak mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo ngopi bareng.
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah berencana untuk mengajak mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo ngopi bareng.
Saat ini Fahri masih menunggu waktu longgar Gatot Nurmantyo yang masih sibuk usai pensiun.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Fahri melalui kicauan Twitternya.
"Beliau masih sibuk habis pensiun jadi rakyat sipil biasa...nanti kita ajak kalau sudah longgar," kicau Fahri.
• Tsamara Sindir Putin soal Korupsi, Media Russia Membalasnya dengan Melampirkan Berita Tandingan
Kicauan Fahri tersebut bermula dari pernyataan netizen bernama David Ridwan Betz.
Netizen tersebut menilai jika Fahri Hamzah berperan memegang 'kunci gembok'.
Sehingga ia menyarankan Gatot untuk bertemu Fahri sembari ngopi dan menyantap pisang goreng hangat.
"Kita sarankan pak @Nurmantyo_Gatot untuk ngopi2 dululah dengan @Fahrihamzah soalnya "kunci gembok" nya ada pada tokoh yg vokal ini ,ngopi2 saja dulu sambil menyantap pisang goreng hangat," kicau David Ridwan Betz.
• Menanggapi Statusnya di PKS, Fahri Mengaku Setiap Hari Masih Membaca Al Matsurats dan Doa Robithoh
Diketahui Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo resmi memasuki masa pensiunnya kemarin, Sabtu (31/3/2018).
Ia mengatakan dirinya masih akan tetap mengabdikan diri pada negara meski tak berseragam TNI dan memanggul senjata.
Terhitung hari ini, Gatot telah kembali menjadi warga sipil yang memiliki hak memilih dan dipilih.
“Mengabdi kepada nusa-bangsa tak selalu berarti harus memanggul senjata, dan mulai hari ini saya memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai anak bangsa, anggota masyarakat sipil dan warga negara RI lainnya, termasuk untuk memiliki hak memilih, juga hak dipilih saat pemilu mendatang,” tegasnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (1/4/2018).
Putra kelahiran Tegal 13 Maret 1960 atau 58 tahun ini telah berhasil menjadi pucuk pimpinan sebagai Panglima TNI hingga December 2017 lalu.