Andi Arief: Utang Sekarang Melonjak, Harusnya Mardani Ali Sera dan Adian Apresiasi Zaman SBY
Tingginya angka utang tersebut membuat sejumlah pihak bertanya-tanya, apakah jumlah tersebut mengancam stabilitas ekonomi negara saat ini?
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Staf Khusus Presiden di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Andi Arief turut mengomentari utang negara yang semakin menanjak.
Pantauan TribunWow.com, hal itu disampaikan oleh Andi Arief melalui akun Twitternya yang diunggah pada Selasa (3/4/2018).
Menurut Andi Arif, utang Indonesia pada era SBY hanya pada rasio 24 persen.
Sementara pada era Jokowi naik menjadi hampir 30 persen.
Andi Arief kemudian menyinggung politisi PKS Mardani Ali Sera dan Adian.
• Omongannya Dipotong Fadli Zon, Mahfud MD: Sebut Tahapan Aja Salah, Apalagi Cuma Ngawur
Menurut Andi Arief, mereka seharusnya memberikan apresiasi pada era SBY tersebut.
@andiarief__: Zaman SBY rasio utangnya 24%.
Sekarang melonjak hampir 30 % an. Harisnya mardani sera dan adian memberi apresiasi yg 24% itu.
Jaman siapa? Jaman SBY.
• Pidatonya Kerap Jadi Sorotan, Politisi PDIP Adian Napitupulu Sebut Prabowo Panik karena Usia
Diketahui, berikut daftar utang luar negeri Indonesia dari waktu ke waktu, sejak era Soeharto.
1. Soeharto (Rp 551,4 triliun dengan rasio utang 57,7 persen) tahun 1998.
2. BJ Habibie (Rp 938,8 triliun dengan rasio utang 85,5 persen) tahun 1999.
3. Gus Dur (Rp 1.491 triliun dengan rasio utang 77,2 persen) tahun 2001.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/mardani-ali-sera-dan-andi-arief_20180404_115404.jpg)