Rustam Ibrahim Peringatkan PDIP: Berhentilah Promosikan Istilah Petugas Partai untuk Jokowi
Menurut Junimart hubungan PDIP dengan Jokowi tak renggang. Dirinya mengatakan jika semua para pemain politik harus paham Jokowi adalah petugas partai.
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
TRIBUNWOW.COM - Anggota DPR Fraksi PDIP, Junimart Girsang membantah anggapan dari Wakil Sekjend Partai Demokrat jika ada masalah internal yang berlangsung antara PDIP dengan Jokowi.
Menurut Junimart hubungan PDIP dengan Jokowi tidak renggang. Hal ini lantaran menurutnya tidak mungkin PDIP mengalami renggang antarkader sendiri.
Menambahkan, dirinya mengatakan jika semua para pemain politik harus paham jika Jokowi adalah petugas partai dan kader PDIP.
Salah seorang netizen dengan akun @dipoalam49 memberikan komentar,"Bung @RustamIbrahim sepaham?rakyat lebih paham Pak Jokowi itu Presiden RI ke-7, kan lebih terhormat?"
BACA Video Detik-detik Longsor Jalan Raya Puncak-Bogor (Puncak Pass)
Menanggapi hal tersebut, Direktur LP3ES sekaligus Board of Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID) turut angkat bicara.
"Saya sangat sepaham Bung @dipoalam49 Juga mnrt penglihatan saya sebagian terbesar rakyat tidak pernah melihat Presidennya sebagai "petugas" partai.
Barangkali soal pemahaman istilah saja. Jika petugas maksudnya orang yg diberi mandat utk mewujudkan visi &misi partai saya dapat memahami"
HEBOH! Anggota DPRD Tabrak Tukang Ojek hingga 25 Meter dan Meninggal, Polisi Terhambat UU MD3
Menambahkan, Rustam kembali mengunggah berbagai cuitan seperti berikut:
"Ketika PDIP pertama kali mengusung sebagai Capres 2014, Jokowi memang ditugaskan (petugas) partai.
Tapi setelah menang Pilpres dan menjadi Presiden, Jokowi adalah MANDATARIS rakyat Indonesia (pinjam istilah Bung Karno), karena pemilih Jokowi jauh lebih besar dari pemilih PDIP.
Saya usul PDIP berhentilah mempromosikan istilah "petugas" partai untuk seorang Presiden, karena bisa merugikan PDIP sendiri.
Nanti dalam Pemilu/Pilpres serentak bisa-bisa rakyat pilih Presiden @jokowi tapi partainya lain.
Untuk yang belum tahu, Bung Karno tidak pernah menyebut dirinya "petugas" partai (PNI).