Fadli Zon: Saya Selaku Presiden GOPAC Mengecam Segala Bentuk Korupsi
Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan juga selaku Presiden GOPAC menuliskan cuitannya soal Sidang Parlemen Dunia di Jenewa Swiss.
Penulis: Woro Seto
Editor: Woro Seto
TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan juga selaku Presiden GOPAC (the Global Organization of Parliamentarians Against Corruption / Organisasi Parlemen Dunia Anti Korupsi) menuliskan cuitannya soal Sidang Parlemen Dunia di Jenewa Swiss.
Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter pribadinya @fadlizon yang ia tuliskan pada Rabu (28/3/2018).
Fadli menegaskan, GOPAC mengecam segala bentuk korupsi terkait migrasi seperti suap, penggelapan, penyalahgunaan dana publik dan nepotisme. GOPAC mendukung penyusunan Global Compact for Save, Orderly, and Regular Migration (GCM) yang merupakan amanat New York Declaration for Refugees and Migrants pada Sidang Majelis Umum ke-71 PBB 2016. Memastikan mendukung Global Compact for Refugees (GCR).
POPULER: Bank Dunia Bantah Ucapan Hanafi Rais, Mohamad Guntur Romli: Bapak Anak Sama-sama Ngawur
Berikut cuitan Fadli Zon:
"1) Sy memberikan pidato pada Sidang Inter Parliamentary Union ke-138 di Gedung CICG, Jenewa, Swiss, Senin (26/03/2018) waktu setempat. Sy bicara soal pentingnya perangi korupsi terkait migrasi.
2) Sy bicara dlm kapasitas sbg Presiden GOPAC (the Global Organization of Parliamentarians Against Corruption / Organisasi Parlemen Dunia Anti Korupsi). Anggota GOPAC adalah anggota atau mantan anggota parlemen yg ada di 106 negara.
3) Sy memuji langkah IPU menyoroti masalah migrasi sbg tema utama Sidang Parlemen Dunia di Jenewa Swiss. GOPAC mengecam segala bentuk korupsi terkait migrasi seperti suap, penggelapan, penyalahgunaan dana publik dan nepotisme.
4) GOPAC mendukung penyusunan Global Compact for Save, Orderly, and Regular Migration (GCM) yg merupakan amanat New York Declaration for Refugees and Migrants pada Sidang Majelis Umum ke-71 PBB 2016.
VIRAL: Isu Telur Palsu, Fadjroel Rachman: Sedih Melihatnya, Kebencian tak Ada Habisnya
5) Kami jg mendukung Global Compact for Refugees (GCR). Selain memperkuat kerjasama internasional dalam penanggulangan migrasi, GCM dan GCR juga penting untuk memasukkan prinsip-prinsip antikorupsi dlm mekanisme penanggulangan migrasi.
6) Sebuah penelitian di Migration Policy Institute mengungkapkan bahwa korupsi memfasilitasi migrasi ilegal dalam bentuk penyuapan perbatasan dan pemalsuan dokumen dengan membayar suap.
7) Kasus suap sering terjadi dlm perdagangan manusia. Hal ini terkait dgn pejabat korup yg meloloskan penyelundupan manusia. Selain itu ada "dana siluman" yg biasanya keluar dari pengiriman remittance.
8) Korupsi jg sering terjadi dlm pengiriman bantuan untuk pengungsi atau migrasi baik oleh institusi pemerintah maupun LSM dengan proposal fiktif.
9) Dalam hal migrasi paksa, sering kita lihat berkembang dari konflik atau situasi pasca-perang di negara-negara asal. Dampaknya lebih buruk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/wakil-ketua-dpr-ri-fadli-zon_20180306_073808.jpg)