Soal Jokowi Tingkatkan PKH Dua Kali Lipat, Hidayat Nur Wahid: Kenapa Nunggu 2019? Karena Pilpres?
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mempertanyakan mengapa harus menunggu tahun 2019.
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
TRIBUNWOW.COM - Presiden Jokowi berjanji akan meningkatkan anggaran untuk Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2019.
Anggaran tersebut tak tanggung-tanggung, sebesar dua kali lipat.
Dengan peningkatan anggaran tersebut, Jokowi memperkirakan pemerintah perlu menyiapkan anggaran sekitar Rp 20 Triliun.
Jokowi pun meminta kepada Bappenas untuk dapat membuatkan simulasi tersebut secepatnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mempertanyakan mengapa harus menunggu tahun 2019.
BACA Hotman Paris Blak-blakan Ungkap Bayaran dari Ketua Partai, Bahkan Ada yang Pakai Sistem Retainer Fee
Dilansir Tribunwow.com dari akun Twitter @hnurwahid sebagai berikut:
"Negara harus sejahterakn Rakyat.
Tapi pak@jokowi, knp tingkatkn anggaran PKH 2x lipat itu nunggu th 2019? Apa krn 2019 ada pilpres?
Rakyat pemilik kedaulatn, akan pilih capres&caleg pd 2019.
Smoga makin berdaulat, agar PEMILU tak lagi PEMbuatpILU unt Rakyat".
BACA Prihatin Asma Dewi Tidak Ditahan, Dede Budhyarto: Hukum di Negeri Ini Semakin Memprihatinkan
Dengan tambahan anggaran ini, harapan Jokowi dapat dengan efektif menurunkan jumlah kemiskinan di Indonesia.
"Tahun depan, saya minta agar rupiah diberikan kepada peserta PKH agar bisa paling tidak dilipat dua kali," kata Jokowi saat membuka rapat kabinet paripurna dengan tema kerangka ekonomi makro dan kebijakan fiskal 2019 di Istana Negara, Senin (5/3/2018).
Bappenas menghitung angka kenaikan yang ideal, yakni 16 persen dari pengeluaran rumah tangga. Namun, Jokowi merasa kenaikan itu masih kurang.