Terbangkan Helikopter Polda Sumut untuk Kepentingan Pribadi Warga Sang Pilot Harus Siap Dihukum
Penggunaan helikopter milik Polda Sumatera Utara untuk kepentingan pribadi yakni pada pasangan pengantin di Pematang Siantar mendapat sorotan publik.
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
TRIBUNWOW.COM, MEDAN - Penggunaan helikopter milik Polda Sumatera Utara untuk kepentingan pribadi yakni pada pasangan pengantin di Pematang Siantar mendapat sorotan publik.
Helikopter dipakai warga sipil untuk resepsi pernikahan diakui oleh Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw.
Pemakaian heli yang jelas-jelas tanpa prosedur ini jelas melanggar aturan, bagaimana sikap Polda Sumut terhadap pilot helikopter?
Kata Paulus, ia sudah mendapat informasi lengkapnya setelah melakukan rapat dengan jajaran Polda Sumut.
BACA: Hebohkan Warga, Begini Pengakuan Kapolda Sumut saat Helikopternya Digunakan Warga untuk Nikahan
Kata Paulus, tim yang ia bentuk sudah melakukan klarifikasi dari Iptu Togu, pilot yang menerbangkan helikopter tersebut.
Namun, Polda Sumut belum bisa mengambil tindakan lebih lanjut karena kasus ini diserahkan ke Mabes Polri.

"Fakta (penggunaan helikopter oleh warga sipil) yang dimaksud memang betul. Jadi, laporannya hari Minggu lalu sekitar pukul 10.00-an ada heli yang digunakan di Siantar dalam rangka membantu prosesi pernikahan itu. Saya katakan ini unprocedure ya," ungkap Paulus, Jumat (2/3/2018).
Jenderal bintang dua ini mengatakan, kesalahan prosedur tersebut merupakan tanggungjawab pilot yang menerbangkan helikopter dimaksud.
Sehingga, Polda Sumut menyerahkan sepenuhnya kasus ini pada Mabes Polri.
"Ini statusnya adalah BKO. Jadi kami harus lapor dan menyerahkannya pada ankumnya (atasan yang menghukumnya)."
"Kecuali ada perintah dan petunjuk lebih lanjut, baru kami lakukan penyidikan," ungkap Paulus.
Ia membantah keras adanya isu yang mengatakan pasangan pengantin tersebut punya hubungan keluarga dengan pejabat Polda Sumut.
Katanya, mungkin keluarga si pengantin membangun hubungan secara personal saja dengan berbagai pihak.
"Saya hanya mau menegaskan itu. Apakah ada dugaan keluarga kepolisian, saya nyatakan tidak," katanya.