Breaking News:

Mahfud MD Bangkitkan Kembali Guyonan Lucu Waktu Kampanye Zaman Orde Baru

Bermula dari kesukaannya Mahfud akan mengatakan 'daripada' dan menambah imbuhan 'ken', Mahfud mengingatkan kembali kepada memori masa orde baru.

Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
Mahfud MD 

TRIBUNWOW.COM - Bermula dari kesukaannya Mahfud akan mengatakan 'daripada' dan menambah imbuhan 'ken', Mahfud mengingatkan kembali kepada memori masa orde baru.

Dirinya mengatakan, "Yang bisa tertawa mendengar diskusi2 ttg celotehan “daripada” dan “semangkin” ini hanya mereka yg sdh dewasa di era Orde Baru. Kalau anak2 jaman now mungkin tidak tahu kecuali yg sering nonton monolognya @masbutet kertarejasa."

Seorang netizen menambahkan jika pada saat itu bintangnnya adalah Pak Presiden, Soeharto dan Menteri Penerangan.

BACA  Fadli Zon Sebut Pemilih Muda Cenderung Memilih Prabowo dan Memiliki Peluang Menang yang Besar

Mahfud kembali menimpali, "Ada guyonan, waktu kampanye zaman Orba dulu: “Kalau Golkar menang di desa ini akan dibangun jembatan yang mewah”. “Loh, Pak, disini tidak ada sungai”, teriak massa. Jurkam: “Jgn khawatir , sungainya juga akan dibangun”. Bnyk kenangan cerita lucu di masa lalu. Ayo tuips, cuitkan."

Menanggapi penggantian imbuhan 'kan' menjadi 'ken', salah seorang netizen menyamakan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Mahfud lantas membalas, "Banyak yang membunyikan “kan” menjadi “ken”. Tapi yg paling impresif adalah Pak Harto. Apalagi jika sdh mengatakan “laksanaken” dilanjutkan memanggil puterinya, Mbak Tutut. Coba bunyiken.."

Netizen lainnya berakun @wicaksono_fajar menambahkan, "Ada juga guyonan yg menakutkan , klo ad yg ketauan gk coblos golkar oleh perangkat desa nya. "Tak bedil ndas mu". Tp ngomong e sambil ketawa perangkat desa ne".

BACA  Sama-sama Memiliki Nama Panjang Baswedan, Mahfud Beberkan Hubungan Antara Anies dengan Novel

Mahfud membalas, "Kalau itu bukan guyonan tapi hardikan. Dulu ayah saya digelandang dan ditahan 2 minggu di Koramil Waru Pamekasan karena ketahuan tidak nyoblos Golkar pada pemilu 1971".

Lihat juga video ">Diduga Frustrasi Tidak Pernah Menang, Seorang Wanita Nekat Mencuri di Mesin Boneka

Di akhir sesi, salah seorang netizen menanyakan bagaimana bisa mereka mengetahui orng-orang kala itu tidak ikut mencoblos.

@Genesis7173: Mereka bisa tau gak nyoblos dari mana Prof? apkh kertas suaranya dah ditandai?

Mahfud menjawab dengan mengatakan, "Ayah saya ketua KPPS. Anggota KPPS sebanyak 12 orang, Golkarnya hanya dpt 3 suara. Sblm pencoblosan ayah saya berpidato, “rakyat boleh mencoblos apa saja, termasuk mencoblos NU”. Setelah penghitungan suara ayah saya langsung dibawa ke Koramil."

Mahfud juga mengatakan, "Samakan dulu gelombang kita. Kita saling melontar kenangan lucu2 di era Orba sbg rezim, bkn utk merendahkan Pak Harto. Makanya tonjolkan humornya sj. Dgn segala kekurangannya Pak Harto tlh berjasa besar berjuang & membangun bangsa ini. Setiap pemimpin ada segi2 naif/lucunya jg."

(TribunWow/Dian Naren)

Tags:
Orde BaruMahfud MD
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved