Demi Terlihat Imut, Wanita Ini Nekat Potong Jarinya Sendiri dan Jadikan Potongannya sebagai Liontin
Seorang wanita memotong jarinya sendiri dengan tujuan supaya terlihat imut dan kemudian menjadikannya sebuah liontin.
Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
TRIBUNWOW.COM - Seorang wanita memotong jarinya sendiri dengan tujuan supaya terlihat imut dan kemudian menjadikannya sebuah liontin.
Dilansir TribunWow.com dari Metro.co.uk pada Jumat (16/2/2018), wanita bernama Torz Reynolds ini memutuskan untuk memotong jari kelingkingnya dengan pemotong baut pada hari Valentine tahun lalu setelah memikirkannya selama 10 tahun.
Setelah menyimpan potongan jari kelingkingnya di dalam plastik kacang polong selama satu tahun, Torz memutuskan untuk mengambilnya dan menjadikannya sebagai liontin kalung.
Wanita berusia 30 tahun in imembeli botol kaca dan mengisinya dengan larutan alkohol dan memberinya rantai.
BACA: Roro Fitria Nangis Terus dan Nggak Bisa Tidur di Penjara
Bahkankekasih Torz, Xav memberikan hadiah topi mungil untuk mendandani potongan jari kelingkingnya tersebut dan bahkan memberinya nama Wiggles.

"Saya lupa potongan jari itu ada di sana, di dalam freezer di sebelah kacang polong saya yang beku," kata Torz.
"Jangan sampai disia-siakan dan mengapa tidak dijadikan menjadi kalung?" tambahnya.
"Saya membuat kalung itu pada ulang tahun Wiggles. Saya akan memilih di mana saya memakainya dan tidak akan memakainya di tempat kerja,"
"Kupikir kalung adalah barang yang paling mudah dibuat dan aku ingin melakukan sesuatu untuk merayakan ulang tahun pertama Wiggles," tambah Torz.
Torz sering 'mendandani' Wiggles, mendekorasi potongan jari itu dengan satu dari banyaknya topi mainan anak-anak.

"Topi itu hadiah dari pacar saya untuk ulang tahun Wiggles. Saya pikir itu brilian, mereka terlihat seperti orang desa," kata Torz.
"Banyak orang mengatakan bahwa mereka hebat, semua orang tahu saya tidak menganggap serius," tambahnya.
Torz terinspirasi untuk memotong jari kelingkingnya setelah salah satu temannya mengambil risiko.
Ia menambahkan bahwa ia sering berlatih menekuk jarinya kembali untuk melihat apakah dia bisa hidup tanpanya.