Breaking News:

Jokowi: Pemuka Agama Harus Ingatkan Masyarakat Tentang Nikmatnya Perdamaian

Presiden Jokowi menerangkan apabila kerukunan, perdamaian, persaudaraan, adalah nilai yang betul-betul harus dijunjung tinggi.

Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
Twitter
Jokowi bersama pemuka agama di Indonesia 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan tentang pentinganya perdamaian dalam kehidupan yang beragam di Indonesia.

Dilansir TribunWow.com dari akun Twitter @KSPgoid  yang diunggah pada Minggu (11/2/2018) Presiden Jokowi meminta agara pemuka agama tak henti mengingatkan masyarakat terkait hal tersebut.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menggelar acara silahturahmi dengan peserta Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa di Istana Bogor pada Sabtu (10/2/2018).

Baca berita ini: Begini Kronologi Penyerangan di Gereja St. Lidwina Sleman Yogyakarta

Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi mengingatkan apabila Indonesia adalah contoh negara dengan masyarakat yang sangat majemuk, namun memiliki toleransi serta rasa kebersamaan.

"Jangan sampai lupa tentang anugerah dari Tuhan mengenai ini.

Jangan sampai kita lupa nikmatnya kerukunan, karena kita selama ini selalu rukun," kata Jokowi.

Presiden Jokowi juga meminta agar para pemuka agama mengingatkan masyarakat, tentang konflik-konflik yang dialami oleh beberapa negara lain dan terjadinya perang saudara di negara mereka.

Baca: Kabar Duka dari Hotman Paris Hutapea, Netter Terharu dan Nangis, Bayaran Termahalnya Terungkap

"Yang kehidupan sehari-harinya selalu dihantui oleh perang, yang peradabannya mundur sampai puluhan tahun bahkan ratusan tahun ke belakang.

Kondisinya sangat memprihatinkan.

Saya Kepala Negara pertama yang mengunjungi Cox’s Bazar.

Ini adalah komitmen kita untuk kemanusiaan dan komitmen kita untuk misi kemanusiaan," ucap Jokowi.

Baca: Ketua BEM UI: Dulu Aktivis Turun Langsung ke Masyarakat, Kalau Sekarang Beda Caranya

Tak hanya di Bangladesh, Presiden Jokowi juga menceritakan kehidupan rakyat di Afganistan yang juga sedang dilanda konflik, berdasarkan pengelihatannya ketika mengunjungi negara tersebut baru-baru ini.

Menurut Jokowi, perang hanya bisa menghancurkan nilai kemanusiaan.

Hal tersebut lantaran kelompok-kelompok yang bertikai hanya mementingkan menang dan bertahan, tanpa memperhatikan nilai-nilai benar dan salah.

Baca berita ini: Soal 54 Guru Besar Desak Ketua MK Mundur, Fahri Hamzah: Ini Kelompok yang Mendompleng dari Jalanan

"Ini yang beliau (Rula Ghani) katakan, betapa yang namanya kerukunan, perdamaian, persaudaraan, nilai yang betul-betul harus dijunjung tinggi.

Luka psikologis karena konflik memerlukan waktu berpuluh tahun untuk menghilangkannya.

Anak yang dilahirkan di situasi kekerasan akan melahirkan generasi yang juga penuh kekerasan baru," ucap Jokowi.

Top 5 News! Kekecewaan Pelawak yang Ditahan di Hong Kong hingga Netter Benarkan Ramalan Mbah Mijan di Februari

Oleh karena itu, perdamaian dan kerukunan serta rasa persaudaraan dan stabilitas bisa menjadi fondasi dalam bernegara.

"Sekali lagi atas nama rakyat Indonesia saya menyampaikan terima kasih atas kontribusi untuk Indonesia maju, untuk yang kita cita-citakan," ungkapnya.

Baca: Apple Rilis HomePod, Pengeras Suara yang Bisa Beri Rekomendasi Musik hingga Kirim Pesan

"Para pemuka agama untuk bersama-sama dengan pemerintah membangun sinergi yang kuat guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang kokoh, toleran, dan saling pengertian.

Juga saling kerja sama, saling bersinergi menjaga pendidikan, menjaga sikap umat masing- masing.

Bekerja sama mengembangkan pendidikan yang terbuka, meningkatkan pengertian antar agama, antar etnis, dan antar status sosial," imbuhnya.

Top 5 Lifestyle! Aksi Pria Banting Kue Ulang Tahun dari Pacar hingga 3 Zodiak yang Paling Beruntung di Hari Valentine

Presiden kemudian mengungkapkan apabila peran dan kontribusi Indonesia sangat dinantikan negera-negara lain dalam rangka menyelesaikan konflik kemanusiaan.

Sehingga dapat mewujudkan perdamaian dunia.

" Para pemuka agama, visi kita memperkokoh Pancasila dan NKRI tapi kita juga ikut menjaga ketertiban dunia, berkontribusi pada perdamaian saudara kita baik di Afghanistan, Rakhine State, dan belahan dunia lain.

Ini penting dilakukan karena perdamaian merupakan fondasi berharga dalam kehidupan bernegara dan memenangkan persaingan dengan negara lain.

Baca: Fahri Hamzah: Jokowi Suka Panggil Orang ke Panggung, Kenapa Gak Mau Debat Sama Mahasiswa? Hadapilah

Sehingga masyarakat harus terus dibimbing dan diingatkan tentang nikmatnya perdamaian, kerukunan, dan persatuan.

Ini yang harus terus kita syukuri jangan sampai lupa tentang anugerah dari Tuhan mengenai ini.

Jangan sampai kita lupa nikmatnya kerukunan, karena kita selama ini selalu rukun," terang Presiden Jokowi. (*)

Baca juga: Fadli Zon Beberkan Isi Bukunya, Ternyata Bukan Hanya Catatan Kerja Selama Jadi DPR

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Presiden Joko Widodo (Jokowi)Istana BogorTwitterTokoh Agama
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved