Breaking News:

Kisah Preman Pensiun: Merasa Lebih Tenang dan Kerap Dicemooh

Setelah menjadi petugas musala Rahman menjadi tenang dan ingin teman-temannya mengikuti jejaknya.

TRIBUNJAKARTA.COM/ MUSLIMIN TRISYULIONO
Petugas Musala Arif Rahman Hakim Depok Rahman dan Asep, Jalan Arif Rahman Hakim, Rabu (7/2/2018). 

TRIBUNWOW.COM - Rahman yang awalnya menjadi preman pasar kini menjadi petugas musala.

Rahman sudah menjadi preman sejak tahun 1997 sampai tahun 2012.

Saat ia menjadi preman, Rahman bisa mendapatkan uang Rp 400 ribu dalam sehari dari iuran pasar dan angkot.

Bahkan Rahman pernah dijaring polisi, diborgol supaya jera karena menjadi preman.

Populer: Terjebak Macet saat Naik Taksi Online, Pria Ini Kaget Ketika Sopir Tiba-tiba Keluarkan Plastik

Setelah meninggalkan dunia jalanan pria berumur 41 tahun ini pernah bekerja dua tahun di instalasi jaringan XL.

Namun Rahman memutuskan untuk berhenti dan mengabdikan dirinya untuk kegiatan-kegiatan di daerahnya.

Rahman menjelaskan bahwa menjadi petugas musala sudah jalan dari Tuhan.

Banyak cemoohan yang dilontarkan dari teman-teman Rahman setelah menjadi petugas musala.

Namun bapak dari tiga anak ini tidak menanggapinya.

Populer: Dua Pelawak Asal Indonesia Ditahan dan Diadili di Hong Kong, Istri Sampai Menangis

Setelah menjadi petugas musala Rahman menjadi tenang dan ingin teman-temannya mengikuti jejaknya.

Rahman sekarang hanya mendapatkan uang dari hasil bertugas menjadi petugas musala namun itu tidak menentu hasilnya.

Sekarang banyak pengemudi angkot yang belajar salat kepadanya.

Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved