Meski Terlihat Indah, Ternyata Beberapa Negara Memiliki Mitos Mengenai Kedatangan Gerhana Bulan!
Malam ini, Rabu (31/1), beberapa tempat di belahan dunia, termasuk Indonesia, akan kedatangan tamu agung, sebuah fenomena alam bernama gerhana bulan.
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Malam ini, Rabu (31/1), beberapa tempat di belahan dunia, termasuk Indonesia, kedatangan tamu agung, sebuah fenomena alam bernama gerhana bulan.
Yang istimewa, ini adalah gerhana bulan super blue blood moon pertama sejak 150 tahun yang lalu.
Sebelum ilmu pengetahuan modern ditemukan dan memecahkan rahasia di baliknya, orang-orang kuno sudah mencoba mencari tahu musabab terjadinya gerhana bulan.
Baca: Sedang Berlangsung, Berikut Potret Gerhana Bulan yang Terjadi Malam Ini!
Pertarungan beruang
Sepanjang sejarah, banyak peradaban dunia yang menghubungkan gerhana bulan dengan beberapa jenis konflik yang terjadi di langit.
Kepada Nationald Geographic pada 2013 lalu, direktur Griffith Observatory Los Angeles Edwin C. Krupp mengatakan bahwa bagi banyak kalangan, gerhana bulan melambangkan “gangguan terhadap tananan yang mapan”.
Menurut mitos orang-orang Pomo di California bagian utara, gerhana bulan terjadi saat beruang, yang berkeliaran di sepanjang Bima Sakti, bertemu matahari.
Saat matahari menolak menyingkir, si beruang menantang matahari untuk berkelahi.
Pertempuran ini membuat matahari berhenti bersinar sementara—ini fase gerhana matahari.
Si beruang terus maju ke depan hingga bertemu bulan—yang dipercaya sebagai saudara perempuan matahari—dan menantangnya untuk berkelahi juga.
Bulan—seperti kakaknya—terhalang karena pertempuran.

Bulan sebagai makanan
Mitos lain, beberapa suku kuno menyebut bahwa bulan terbuat dari keju yang tertelan oleh makhluk yang kelaparan.
Cherokee, suku asli Amerika Serikat bagian tenggara menceritakan mitos tentang seekor kodok yang memakan bulan sehingga terjadi gerhana bulan.