Breaking News:

Gelombang Tinggi di Laut Jawa dan Pantai Selatan, Penyeberangan ke Karimunjawa Ditutup

Gelombang laut setinggi 2,5 meter hingga 6 meter berpotensi terjadi di wilayah Laut Jawa dan sebagian wilayah perairan Jawa Tengah.

Editor: Dian Naren
tribunjateng/dok
ilustrasi Gelombang laut setinggi 2.5 meter hingga 6 meter berpotensi terjadi di wilayah Laut Jawa dan sebagian wilayah perairan Jawa Tengah mulai Minggu (14/1/2018). 

TRIBUNWOW.COM - Gelombang laut setinggi 2,5 meter hingga 6 meter berpotensi terjadi di wilayah Laut Jawa dan sebagian wilayah perairan Jawa Tengah.

Adapun di wilayah Laut Jawa dan Perairan Utara Jawa Tengah, terdapat potensi gelombang setinggi 2,5 meter.

Sedangkan di wilayah Laut Jawa Bagian Tengah, diperkirakan terjadi gelombang besar hingga 4 meter.

Tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai hingga 6 meter pada wilayah perairan dan Samudera Hindia selatan Cilacap, selatan Kebumen, selatan Purworejo, selatan Yogyakarta.

BACA  Hotman Paris Beri Penjelasan Jadi Pelakor Bukan Tindakan Pidana, Jika . . .

Informasi peringatan dini gelombang laut ini berlaku mulai Minggu pukul 07.00 WIB hingga Senin (15/1/2018) pukul 07.00 WIB, berdasarkan data dari BMKG Semarang dan Cilacap.

Penyeberangan ke Karimun Jawa Ditutup

Tinggi gelombang dan kecepatan angin tersebut dirasa dapat membahayakan kapal penyeberangan.

Maka dari itu, Suroto, Kepala Bidang Perhubungan Laut pada Dinas Perhubungan Jepara mengatakan, penyebarangan ditutup sejak Sabtu (13/1/2018).

Sementara keberadaan kapal penyeberangan Express Bahari dan Siginjai masih berada di Karimunjawa.

"Kapal penyeberangan saat ini masih berada di Karimunjawa belum bisa balik ke pelabuhan Jepara," kata Suroto dikutip dari Tribun Jateng, Minggu (14/1/2018).

Suroto mengatakan gelombang di perairan Jepara mencapai ketinggian 3 meter dengan kecepatan angin mencapai 20 knot.

BACA JUGA  #KorbanSusi Mencuat, Aliansi Nelayan Indonesia Ungkap Dampak Larangan Cantrang di Berbagai Wilayah

"Ketinggian dan kecepatan angin membuat dua kapal penyebarangan tidak bisa beroperasi. Kami masih belum tahu sampai kapan, karena masih menunggu kabar terbaru cuaca dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)," ujarnya.

Selain mengacu pada BMKG, tambahnya, pihaknya juga melakukan pantauan di perairan Jepara.

"Jadi kalau perkiraan dari BMKG mengatakan cuaca buruk, tapi dari pantauan kalau di perairan Jepara masih berada pada ambabg batas aman maka penyebarangan tetap beroperasi," katanya.

Untuk menghindari penumpang maupun wisatawan, pihaknya mengaku telah memberi pemberitahuan sebelumnya.

"Mungkin sudah pada tahu jadi tidak ada penmpang atau wisatawan," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Tags:
Laut JawaPantaiKarimunjawa
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved