Ucapan Terakhir Sodikromo Kepada Sang Istri Sesaat Sebelum Nekat Gantung Diri
Petugas datang tak lama setelah kejadian tersebut, namun sayang, pelaku bunuh diri sudah tak bisa diselamatkan.
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
TRIBUNWOW.COM, GUNUNGKIDUL - Pelaku bunuh diri, Sodikromo (70), warga Padukuhan Cari, Desa Sumberwungi, Kecamatan Tepus, Gunungkidul, sempat melaksanakan salat subuh bersama istrinya, Tumpen (65) sebelum gantung diri.
Dia juga sempat berkata kepada istrinya, bahwa sang istri tidak dapat menemuinya lagi.
"Sebelumnya, Sodikromo sempat melaksanakan ibadah salat subuh bersama istrinya. Nah usai salat subuh, pelaku ke kamar mandi untuk buang air besar. Sebelum itu, pelaku berpamitan, dan bilang kepada istrinya bahwa tidak mereka tidak dapat bertemu lagi," ujar Kepala Polisi Sektor Tepus, AKP Mustaqim, Senin siang.
Baca: Sakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Kakek di Gunungkidul Nekat Gantung Diri
Mustaqim mengatakan, pelaku bunuh diri atas nama Sodikromo ditemukan oleh istrinya, Tumpen (65), sudah dalam keadaan tak bernyawa, tergantung di salah satu usuk rumah sekitar pukul 06.00 WIB.
Petugas datang tak lama setelah kejadian tersebut, namun sayang, pelaku bunuh diri sudah tak bisa diselamatkan.
Pelaku nekat melakukan gantung diri diduga akibat depresi karena sakit tedun yang dideritanya bertahun-tahun tak kunjung sembuh.
"Beliau punya riwayat sakit menahun, sakit tedun dan tak kunjung sembuh. Depresi, dan nekat melakukan bunuh diri," tuturnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
Berita ini telah tayang di Tribun Jogja berjudul "Sebelum Gantung Diri, Sodikromo Mengucapkan Kata-kata ini kepada Istrinya"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/petugas-kepolisian-usai-mengevakuasi-jenazah-sodikromo-70_20180108_182414.jpg)