Breaking News:

SBY Gelar Rapat Darurat Terkait Kriminalisasi Partai Demokrat, Sekjen Beberkan Fakta Mengejutkan

Merasa menjadi korban kriminalisasi, Partai Demokrat menggelar rapat darurat pada Rabu (3/1/2017) malam.

Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Ketua umum partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 

TRIBUNWOW.COM - Merasa menjadi korban kriminalisasi, Partai Demokrat menggelar rapat darurat pada Rabu (3/1/2017) malam.

Pada rapat tersebut, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumpulkan pengurus harian DPP di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat.

Partai Demokrat merasa menjadi korban kriminalisasi dalam sejumlah kasus pilkada, termasuk Pilkada Kalimantan Timur.

Rapat tersebut digelar sehubungan adanya perlakuan tidak adil yang diterima Partai Demokrat dalam jelang sejumlah pilkada di berbagai daerah.

Seuasi menggelar rapat darurat tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Panjaitan membeberkan perlakuan tidak adil yang menimpa partainya.

Baca: Mahfud MD: Pokoknya yang Terbukti Korupsi Besar Dijatuhi Hukuman Mati

Ia menyatakan Partai Demokrat mengecam rangkaian kriminalisasi terhadap calon-calon kepala daerah yang diusung partainya.

"Kapan terjadinya perlakuan tidak adil yang kami katakan terjadi berulangkali tersebut. Pertama saat Pilkada DKI Jakarta tahun 2017. Kedua persiapan Pilkada Papua 2018. Ketiga dan yang terbaru adalah persiapan Pilkada Kalimantan Timur 2018. Kami juga menengarai barangkali akan terjadi lagi kasus kriminalisasi ini," ucap Hinca Panjaitan dalam jumpa persnya.

Kejadian-kejadian tersebut dianggap sangat penting sehingga mereka menggelar rapat darurat untuk segera menyikapinya.

Baca juga: Gagal Oplas, Wajah Wanita Ini Terancam Berlubang

Ia menuturkan, dalam Pilkada Kalimantan Timur, Partai Demokrat sudah menyiapkan Wali Kota Balikpapan Syahrie Jaang berpasangan dengan Rizal Effendi untuk jadi Cagub - Cawagub.

Baca ini: YouTuber Ternama Minta Maaf Setelah Unggah Tubuh Mayat Bunuh Diri di Hutan Aokigahara

Di tengah jalan, salah satu parpol memaksa Syahrie berpasangan dengan Kapolda Kalimantan Timur Irjen Safaruddin.

Bentuk pemaksaannya adalah pemanggilan terhadap Syahrie hingga delapan kali.

Akan tetapi Syahrie tetap bersikukuh menolak mengganti calon wakilnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas TV
Tags:
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)SBYPartai DemokratHinca PanjaitanPilkada 2018
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved