Tahun Baru 2018
Wisatawan Keluhkan Suara Ledakan Kembang Api di Pinggiran Taman Nasional Gunung Gede Pangrangro
Suara ledakan kembang api yang berlangsung silih berganti dalam waktu sekitar 15 menit pada pergantian tahun itu berasal dari luar kawasan konservasi.
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
"Suara ledakan kembang api itu berlangsung di luar kawasan. Karena di dalam kawasan TNGGP tidak diperbolehkan dan tidak ada pengunjung yang menyulut kembang api," kata Syarial di Resort Selabinatana.
Menurut Syahrial pihaknya tidak bisa mencampuri pengelolaan bumi perkemahan yang lain. Namun dia akan berusaha mengumpulkan para pengelola untuk perbaikan ke depannya dan mencari solusi.
"Mudah-mudahan ke depan mempunyai kesepakatan dengan teman-teman pengelola di sekitar TNGGP dan menyediakan tempat khusus yang akan bermain kembang api," ujar dia.
Syahrial menjelaskan terkait dampak terhadap satwa liar akibat ledakan mercon dan kembang api itu tentu ada, namun tidak terlalu mengganggu dan tidak sampai melukai satwa-satwa liar yang ada di sekitar lokasi seperti burung dan primata.
BACA JUGA: Bakar Sate untuk Rayakan Tahun Baru di Denpasar, Kepala Marjoko Tersambar Api hingga Luka Parah
"Satwa juga sama kalau sedang tidur mendengar suara ledakan akan kaget dan langsung menghindar dan kabur, namun tidak melukai," jelasnya.
Kawasan konservasi TNGGP Resort Selabintana berlokasi di obyek wisata Pondok Halimun. Di lokasi ini terdapat beberapa pengelola bumi perkemahan di antaranya di bawah Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi dan di lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Goalpara. (*)
Berita ini telah diterbitkan oleh Kompas.com berjudul "Ledakan Kembang Api di Pinggiran Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Disesalkan Wisatawan"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ledakan-kembang-api-di-pinggiran-tnggp_20180101_205711.jpg)