Ternyata Isi Bensin di Malam Hari Lebih Dianjurkan dan Menguntungkan Lho! Begini Penjelasannya
Buat kamu yang tiap hari pergi ke beraktivitas naik motor, ada tips yang bisa bikin kamu lebih hemat dalam pengeluaran buat uang bensin.
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
TRIBUNWOW.COM - Buat kamu yang tiap hari pergi ke beraktivitas naik motor, ada tips yang bisa bikin kamu lebih hemat dalam pengeluaran buat uang bensin.
Coba di inget-inget lagi, selama ini sering ngisi bensin malam atau siang hari? Kalo kamu lebih sering ngisi bensin di siang hari.
Mulai sekarang kamu harus mengubah kebiasaan kamu ini.
Salah satu sifat bahan bakar minyak (BBM) adalah memuai dan menguap jika suhunya bertambah.
Proses ini juga mungkin terjadi saat bensin udah berada di tangki bensin motor kamu. Menurut penjelasan peneliti dari Institue Teknologi Bandung (ITB) Dr. Ing. Ir. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, hal ini ternyata berpengaruh lho dalam pembelian ritel BBM.
BACA: Totalitas Tanpa Batas! Driver Ojek Online Sediakan Fasilitas Tak Terduga Buat Penumpang, Jempol Deh!
Kondisi BBM di tangki stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) ketika kondisi cuaca sedang panas terik, bisa memuai dan menguap.
Karenanya, saat BBM disalurkan di kendaraan kamu, jumlah liter yang tertera pada dispenser bisa jadi lebih besar dan jadi nggak sesuai dengan massanya.
Itu artinya, ada kemungkinan kamu perlu membayar lebih banyak.
“Kan kita bayar rupiah per liter. Ketika temperaturnya tinggi, liternya juga bertambah. padahal massanya tetap. Berarti kita yang bayar lebih untuk mendapatkan massa yang sama,” kata Tri yang juga menyarankan lebih baik mengisi BBM pada malam hari ketimbang siang, seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (21/11/2017).
BBM yang berbentuk cairan ini akan memuai ketika panas.
Cairan ini yang dihitung pada dispenser dalam jumlah liter, sedangkan uap nggak.
Tangki SPBU punya mekanisme khusus yang menyalurkan uap ke posisi dasar tangki.
Meskipun jumlah liter dengan massa bisa berbeda, akan tetapi perbedaan ini nggak akan terasa signifikan buat konsumen karena skalanya yang kecil.
“Bedanya enggak sampai setengah liter juga. Misalnya densitas (massa jenis) BBM 0,78 kg per liter, tergantung kenaikan temperatur. Misalnya cuma menjadi 0,75 kg per liter. Ini kan bedanya kecil sekali. Tapi kalau skala industri tertentu berpengaruh, makanya ada cara khusus buat menghitung. Namanya liter 15,” jelas Tri.