Fadli Zon: Pemerintahan Jokowi Terjadi Indeks Ketimpangan Ekonomi Tertinggi di Sejarah Indonesia
Plt Ketua DPR RI, Fadli Zon mengaku prihatin dengan keadaan politik Indonesia.
Editor: Woro Seto
TRIBUNWOW.COM - Plt Ketua DPR RI, Fadli Zon mengaku prihatin dengan keadaan politik Indonesia.
Hal tersebut lantaran adanya isu yang tidak menyenangkan seperti beberapa kata kunci yang telah meramaikan jagat politik Indonesia sepanjang 2017,hoax, SARA, toleransi, politik identitas, dan UU Ormas.
"Semuanya bukan isu yang menyenangkan," katanya di Jakarta, Jumat (29/12/2017) yang dilansir dari Wartakota
Hal tersebut menurutnya, banyak dipengaruhi oleh Pilkada DKI.
VIRAL: Pacaran saat Sekolah, Pasangan Ini Butuh Waktu 64 Tahun hingga Akhirnya Menikah
"Hampir seluruh isu yang mewarnai Pilkada DKI, mulai dari isu SARA, politik identitas, atau isu hoax, yang oleh para pengamat di-framing sedemikian rupa sebagai kebangkitan populisme kanan, kemudian bergema secara nasional,” katanya.
Menurutnya, politik indentitas menjadi kunci untuk kita berkaca diri.
"Politik identitas erat kaitanya dengan proses aksi reaksi di lingkungan masyarakat. Mengeksploitasi kekhawatiran sangatlah tak berguna. Kita mesti bertanya, apa yang telah membuat politik identitas seolah kembali bangkit belakangan ini,” ujarnya menunjuk tindakan yang dilakukan seringkali tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat.
Fadli menyatakan, jika benturan keras yang terjadi selama periode kampanye Pilkada DKI kemarin terlalu gegabah jika hanya didudukkan semata sebagai persoalan sektarian versus kebhinekaan.
"Meminjam analisisnya Inglehart dan Norris, populisme biasanya berkembang karena dua faktor, yaitu kesenjangan ekonomi dan terjadinya benturan kebudayaan," katanya.
Itu sebabnya, Fadli berpandangan, bangkitnya politik identitas yang terjadi belakangan ini tak berangkat dari tergerusnya komitmen masyarakat terhadap kebhinekaan, tetapi karena dipancing oleh meningkatnya ketidakadilan sosial.
"Jangan lupa, indeks ketimpangan ekonomi tertinggi sepanjang sejarah Indonesia terjadinya di masa pemerintahan Pak Jokowi ini," katanya.
Menurut studi Amy Chua, kata Fadli Zon, pasar bebas dan demokrasi yang hanya dikuasai oleh sekelompok kecil masyarakat sangat rentan melahirkan konflik dan instabilitas.
"Jadi, soal ketimpangan ekonomi ini memang tidak bisa diabaikan.” katanya.
POPULER: Dapat Hadiah Banyak, Kevin Sanjaya Liburan ke Luar Negeri dan Pamer Roti Sobek, Netizen Histeris!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/fadli-zon_20170228_170234.jpg)