Breaking News:

Nikki Haley Memuji Pemotongan Seperempat Dolar Amerika untuk Anggaran Tahunan PBB

"kami tidak akan lagi membiarkan kemurahan hati rakyat Amerika dimanfaatkan dan Dunia menjadi tidak terkendali" ujar Haley.

Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
amerika 

TRIBUNWOW.COM - "kami tidak akan lagi membiarkan kemurahan hati rakyat Amerika dimanfaatkan dan Dunia menjadi tidak terkendali" ujar Haley dalam pernyataannya mengenai pemotongan anggaran seperempat milliar dolar untuk anggaran tahunan PBB dikutip dari CNN Rabu (27/12/2017).

Haley mengatakan bahwa AS telah menegosiasikan pengurangan anggaran PBB sebesar $ 285 juta untuk tahun 2018-2019 dibandingkan dengan anggaran untuk tahun 2016-2017.

Total yang diumumkannya adalah $ 85 juta lebih banyak dari pemotongan $ 200 juta yang dipublikasikan dalam sebuah artikel berita PBB menurut informan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres pada bulan Oktober.

Anggaran dua tahun PBB kira-kira $ 5,5 miliar, dan total kontribusi AS untuk PBB lebih tinggi daripada negara lain. Pernyataan Haley tidak menyebutkan bagaimana atau apakah kontribusi AS akan diubah.

BACA   Begini Sikap Istri Brigadir Rv Pasca Suaminya Terciduk di Hotel dengan Polwan yang Kabur dari Tugas

Stephane Dujarric, juru bicara Guterres, mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa Majelis Umum PBB pada hari Minggu pagi telah menyetujui pemotongan untuk periode 2018-2019 yang akan berjumlah sekitar $ 286 juta di bawah tingkat selama dua tahun terakhir dan meminta dukungan untuk proposal percobaan untuk beralih ke anggaran tahunan.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa komite administrasi dan anggaran PBB menyetujui berbagai isu yang terkait dengan anggaran rutin, anggaran pemeliharaan, anggaran, manajemen dan inisiatif reformasi PBB.

Di antara titik-titik kesepakatan, kata pejabat tersebut, termasuk pemotongan dengan "fokus pada fungsi manajemen dan pendukung yang membengkak dan layanan rasionalisasi," dan menyesuaikan tingkat anggaran untuk Darfur dan Haiti.

Awal tahun ini, PBB mengurangi peran penjaga perdamaiannya di Darfur, yang menyebabkan kekhawatiran di kalangan beberapa aktivis hak asasi manusia.

Pejabat AS mengatakan bahwa kesepakatan tersebut menjamin pendanaan untuk misi politik di Libya, Yaman, Kolombia, Afghanistan, Irak dan tempat lain, serta menciptakan sebuah utusan khusus untuk Myanmar.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson bulan lalu mengatakan bahwa tindakan pemerintah Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya di Asia diduga sebagai "pembersihan etnis."

BACA   Hanya Karena Masalah Cinta dan Diming-imingi Rp 2 Juta, Pria di Palangkaraya Dibunuh

Pengumuman Malam Natal Haley mengenai pemotongan anggaran PBB untuk tahun 2018-2019 terjadi beberapa hari setelah AS melaksanakan veto pertamanya selama bertahun-tahun di Dewan Keamanan PBB.

Anggota lainnya, termasuk sekutu AS, memilih sebuah proposal yang menegaskan adanya perlawanan internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, beberapa hari setelah Presiden Donald Trump melakukannya dan menyatakan bahwa suatu hari nanti AS akan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Sebelumnya seperti yang kita ketahui, Majelis Umum PBB kemudian memberikan suara untuk mengeluarkan isu yang sama, dengan mengeluarkan resolusi yang tidak mengikat yang menolak keputusan administrasi Trump.

Halaman 1/2
Tags:
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)Wakil Duta Besar Amerika SerikatAmerikaDonald Trump
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved