Breaking News:

Penerbit Yudistira Minta Maaf serta Akan Tarik Kembali Buku IPS yang Memuat Yerusalem Ibukota Israel

Permintaan maaf tersebut disampaikannya usai pertemuan dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat.

Editor: Dian Naren
TRIBUNNEWS/FRANCISCUS ADHIYUDHA
Wakil Ketua Umum Penerbit Yudhistira, Djadja Subagdja 

TRIBUNWOW.COM - Setelah sempat menimbulkan kontroversi perihal buku IPS kelas VI SD yang memuat Yerusalem sebagai Ibukota Israel, pihak penerbit akhirnya angkat bicara.

Wakil Ketua Umum Penerbit Yudhistira, Djadja Subagdja menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait kekeliruan dalam penyampaian informasi dalam buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang menyebutkan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Permintaan maaf tersebut disampaikannya usai pertemuan dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/12/2017).

"Tidak bermaksud apapun ataupun dengan kesengajaan pengakuan Yerusalem terhadap Israel. Ini benar-benari murni kesalahan pengutipan," kata Djadja Subagdja dikutip dari Tribunnews Selasa (19/12/2017).

Sebagai bentuk pertanggung jawaban, pihak Yudhistira telah memberikan contok cetakan versi revisi dan akan melakukan pencetakan ulang hasil revisi buku IPS kelas enam tersebut.

"Hari ini saya membawa satu contoh eksemplar buku cetakan baru yang akan didistribusikan sebagai bentuk pertanggung jawaban kesalahan kami," ujar Djadja Subagdja.

BACA  Berkenalan dengan e-Chat, Aplikasi Perpesanan Multifungsi dari Update Status hingga Berinvestasi

Perbaikan tersebut, kata Djadja, dilakukan dengan pencetakan ulang dengan pengoreksian negara-negara Asia Barat di nomor tujuh, Tel Aviv merupakan Ibu kota Israel, dan di nomor 12, Yerusalem adalah ibukota Palestina.

"Kami telah melakukan Sebanyak lima ribu eksemplar telah selesai dicetak pada Jumat lalu," terang Djadja Subagdja.

Nantinya, Yudistira akan melakukan pendistribusian buku revisi tersebut mulai hari ini ke berbagai wilayah provinsi di Indonesia seperti Sumatra, Pulau Jawa, Sulawesi dan lain-lain.

"Kami akan sampaikan kepada siswa, yang lama ditarik dan diganti yang baru. Dikarenakan ini akhir tahun, dan banyak sekolah yang sudah libur bahkan bagi raport, dari Tim Marketing yang memiliki data distribusi akan mulai pendistribusian mulai awal semester," papar Djadja Subagdja.

Sebelumnya, pada Jumat (15/12/2017) lalu, pihak Yudhistira juga telah menyampaikan permohonaan maaf-nya kepada masyarakat Muslim khususnya melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pihaknya juga mengatakan akan menarik kemabali peredaran buku IPS tersebut dari peredaran.

Penarikan buku itu dilakukan pada Januari 2018.Januari 2018.

Kepastian penarikan buku itu setelah KPAI bertemu penerbit buku Yudistira pada Senin, (18/12/2017) siang.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Tags:
PalestinaYerusalem
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved