Al Quran Milik Mbah Maridjan Utuh Saat Letusan Dahsyat Merapi
Letusan Gunung Merapi yang menewaskan juru kunci, Mbah Maridjan alias Ki Surakso Hargo.
Editor: Elga Maulina Putri
Mobil itu satu-satunya mobil untuk evakuasi warga.
• Mirip Cerita FTV, Gadis Muda Anak PNS Memilih Hidup Jadi Gelandangan Dibanding Bermewahan di Rumah
Dua relawan Tutur Priyanto dan Yuniawan gugur di dalam mobil saat awan panas menerjang Kinahrejo.
Di Joglo Petilasan Mbah Maridjan juga terdapat foto dan lukisan Mbah Maridjan.
Selain itu ada juga peninggalan barang pribadi Mbah Maridjan yang diletakkan di sudut joglo Petilasan.
Mbah Maridjan tak mau menggunakan istilah 'Merapi meletus' untuk gunung yang dijaganya itu.
Ia lebih memilih menggunakan kalimat 'eyang membangun kraton'.
Bila 'eyang' sedang punya hajat, maka warga di sekitar Merapi diminta untuk sabar dan tawakal.
• Kabar Jakarta Kini, Wakil Gubernur Pakai Pelembab Bibir hingga Warga Caplok Bibir Sungai
Rumah Mbah Maridjan berada di balik tebing yang disebut Geger Boyo (punggung buaya).
Bila dilihat dari kejauhan, tebing itu mirip punggung buaya yang sedang mengarah ke atas.
Oleh warga sekitar, tebing itu diyakini melindungi rumah Mbah Maridjan dari semburan awan panas.
Namun kenyataannya, rumah Mbah Maridjan tetap saja tak aman dari terjangan awan panas di tahun 2010 lalu.
Ada pakaian yang sering dipakai Mbah Maridjan sehari-hari dipajang di Petilasan.
Ada hal menarik yakni terdapat sebuah Al Quran yang masih utuh tidak terbakar awan panas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/gamelan-mbah-maridjan_20171213_150735.jpg)