Breaking News:

Kabar Terbaru Gunung Agung, 7 Hal Ini yang Terjadi!

Sepanjang Sabtu (2/12/2017) kegempaan Gunung Agung terpantau relatif menurun, namun aktivitas vulkanik masih tinggi.

Editor: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Tribun Bali/Rizal Fanany
Gunung Agung mengeluarkan kepulan asap setinggi kurang lebih 3000 meter terlihat di Desa Kubu, Karangasem, Bali, Selasa (28/11). 

 6. Dampak abu vulkanik

Kembali ditanya, apakah jatuhan abu vulkanik itu berdampak pada tanaman. Pihaknya menegaskan, material abu yang jatuh memang berdampak merusak tanaman, bahkan bisa menghanguskan, jika dalam jarak yang relatif lebih dekat ke kawah.

"Jadi dampak langsung dari abu ini, berupa rusaknya lahan, kalau misalnya terkumpul dalam satu aliran sungai, terbawa oleh hujan dan menjadi lahar hujan. Kalau misalnya jauh bisa menganggu manusia. Sehingga masyarakat harus mempersiapkan diri dengan masker dan alat penutup mata. Karena partikel abu vulkanik bersifat korosif dan juga iritasi untuk mata, kulit dan juga sistem pernafasan," himbaunya.

Selain tanaman, apakah berdampak pada tanah, dan seperti apa dampak jangka pendek maupun jangka panjang. Kembali dijelaskan Devy, jika melihat jangka pendek, banyak bencana. Artinya tanaman rusak, lahan tidak bisa lagi digunakan.

Tapi kalau melihat jangka panjang, ini adalah satu investasi kedepannya akan menjadi tanah yang subur dan masyarakat akan mendapat manfaatnya.

Letusan Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali, terus membesar, Minggu (26/11/2017).
Letusan Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali, terus membesar, Minggu (26/11/2017). (Kompas.com/Robinson Gamar)

"Artinya kalau proses erupsi ini sudah selesai, tidak ada lagi hujan abu. Abu akan terbawa oleh hujan, terserap tanah. Abu ini adalah mineral yang datang dari perut bumi. Mineral yang datang dari perut bumi ini mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk menentukan vertilitas dari tanah. Kedepannya ini akan menjadi tanah yang subur," jelas Devy.

 7. Pasca erupsi terkait recovery tanah pertanian

Ditanya kira-kira berapa lama proses recovery tanah menjadi subur, pasca erupsi. Pihaknya menyatakan tergantung besarnya eksplosif erupsi.

Ingat Jenazah Wanita Warga Depok Digerogoti 11 Anjing? Ternyata Ini Ras-rasnya, Bukan Anjing Buas

"Tergantung juga seberapa eksplosif erupsinya. Bisa jadi singkat dalam waktu misalnya beberapa bulan atau tahun. Misalnya efek kerusakan yang terlalu besar, recoverynya lebih lama. Jadi sangat tergantung seberapa besar efek dari eksplosifitas erupsi itu. Material vulkanik ini adalah material yang membawa kesuburan tanah. Jadi abu yang dikeluarkan ini, salah satunya adalah mineral yang baik untuk keseburan tanah," urainya. (*)

Berita ini telah dipublikasikan Tribun Bali dengan judul 7 Aktivitas Vulkanik Terkini Gunung Agung, PVMBG Ungkap Fenomena Guratan Berwarna Coklat Ini

Sumber: Tribun Bali
Tags:
Gunung AgungBaliErupsi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved