Kisah di Balik Kesuksesan BCA, dari 27 Pegawai Jadi Bank Swasta Terbesar
Nama besar Bank Central Asia (BCA), dibangun dari cerita perjalanan dua pria, yang namanya sangat tersohor.
Penulis: Mohamad Yoenus
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM – Nama besar Bank Central Asia (BCA), dibangun dari cerita perjalanan dua pria yang namanya sangat tersohor.
Mereka adalah almarhum Liem Sioe Long alias Sudono Salim dan Mochtar Riady.
Pada 1975, keduanya bertemu dalam perjalanan pesawat menuju Hongkong.
Bagi Liem, sang pemilk BCA, bertemu Mochtar yang saat itu berjuluk 'Dokter Perbankan' berusia 40 tahun, adalah awal dari kejayaannya menjadi jajaran orang terkaya Asia.
Mochtar berhasil menghidupkan tiga bank, yakni Bank Kemakmuran, Bank Buana, dan Panin Bank yang pada waktu itu menjadi bank swasta terbesar di Indonesia, memiliki 60 cabang.
Pada 1970, BCA tidak memiliki izin perdagangan valuta asing, hanya punya dua cabang, paling banter menjual deposito dan pembayaran rupiah dalam kelompok.
POPULER: Setelah Busnya Diseruduk, Kernet Bus Mira Meninggal Usai Berkelahi dengan Sopir Bus Sugeng Rahayu
Liem menyadari dirinya harus banyak belajar dari mereka yang berpengalaman di bidang perbankan.
Momen pertemuan mereka seperti sangat tepat.
Saat itu beredar kabar Mochtar merencanakan berpisah dengan saudara iparnya, pemilik mayoritas Bank Panin.
Mochtar Riady (tengah). (Kompas/Lasti Kurnia)
Tahu kondisi itu, muncul lah pertanyaan pertama Liem kepada Mochtar.
“Anda mau membesarkan bank saya?”
Ternyata ajakan itu disambut baik Mochtar.
Sekembalinya ke Jakarta, pertemuan dan pembicaraan keduanya pun berlanjut.
Negosiasi berlangsung cepat, Liem menawari Mochtar bank mana (milik Liem) yang akan ditangani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/bca_20171128_134520.jpg)