Breaking News:

Balaikota & Rumah Dinas Anies-Sandi Jadi Sarang, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 266 Juta Berantas Tikus

Nomenklatur anggaran itu di RAPBD adalah 'Pengendalian Hama Terpadu Gedung Komplek Balaikota Dan Rumah Dinas Pimpinan Provinsi DKI Jakarta'.

Editor: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kanan) memberikan sambutan saat serah terima jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (16/10/2017). Anies-Sandi resmi menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. 

TRIBUNWOW.COM - Balaikota DKI Jakarta dan rumah dinas Anies-Sandi ternyata jadi sarang tikus dan kecoa.

Pemprov DKI menganggarkan Rp 266,4 juta untuk membasmi kecoa dan tikus disana lewat Biro Umum Pemprov DKI.

Anggaran ini sudah disetujui di KUA-PPAS APBD 2018 dan kini tengah dibahas lebih lanjut di RAPBD 2018 bersama DPRD DKI.

Nomenklatur anggaran itu di RAPBD adalah 'Pengendalian Hama Terpadu Gedung Komplek Balaikota Dan Rumah Dinas Pimpinan Provinsi DKI Jakarta'.

Kepala Biro Umum Pemprov DKI Jakarta, Firmansyah, mengaku bahwa yang dimaksud hama dalam nomenklatur tersebut adalah tikus dan kecoa.

"Ada kenaikan sedikit dibanding tahun lalu. Tapi nggak besar kok kenaikannya. Hanya sekitar Rp 13 juta saja," kata Firmansyah kepada Wartakotalive.com, beberapa waktu lalu.

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Tribunnews)

RAPBD DKI Jakarta segera dibahas

Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi menyatakan dewan akan langsung membahas Rancangan APBD DKI 2018 mulai Senin (20/11/2017).

Pembahasan dilakukan di tingkat Komisi Bersama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

"Pembahasan dilakukan secara terbuka nanti. Kami akan, terus mengawasi kerja eksekutif," kata Pras di DPRD DKI, Kamis (16/11/2017).

DPRD DKI mendukung pemerintah di bawah komando Anies BaswedanSandiaga Uno.

Menurut Pras, anggaran sekitar Rp 1.88 triliun yang diproyeksikan sebagai tambahan modal enam badan usaha milik daerah (BUMD) dalam pembahasan KUAPPAS DKI 2018 akhirnya dialihkan untuk mendanai program mereka.

Pria Ini Berikan 119 Cincin Emas ke Wanita yang Dinikahinya, Tujuannya di Luar Dugaan!

Dia menjelaskan lima perusahaan plat merah DKI yang tidak diberi tambahan modal.

"Karena program-programnya masih kekurangan anggaran. Nah, diambil dari Penertaan Modal Pemerintah (PMD) BUMD," ungkap Pras.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Tags:
Pemprov DKI JakartaAnies BaswedanSandiaga Uno
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved