Buruh Es Krim Aice Mogok Kerja, Juru Bicara SEDAR Mengaku Mendapatkan Ancaman
Juru bicara Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan (SEDAR), Sarinah mengaku mendapatkan ancaman dari PT Alpen Food Industry.
Penulis: Wulan Kurnia Putri
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sarinah meminta pihak perusahaan memenuhi hak 644 buruh.
Menurutnya, buruh tidak menuntut hal yang neko-neko, namun hanya sesuai dengan UU.
Sarinah juga mempertanyakan perusahaan bisa membuat pabrik baru di Surabaya hingga mendapatkan berbagai penghargaan, namun mengapa pihak es krim Aice sulit menjadikan buruh sebagai karyawan tetap.
Sebelumnya diketahui sebanyak 664 buruh PT Alpen Food Industry melakukan aksi mogok kerja.
Menurut siaran pers yang diunggah oleh akun Twitter @pembebasanbdg, Rabu (1/11/2017), para buruh PT Alpen Food Industry melakukan mogok kerja selama 15 hari pada 2-16 November 2017.
Hal itu dilakukan karena beberapa tuntutan buruh tidak dipenuhi oleh perusahaan.
Beberapa fakta yang menjadi derita buruh Aice yang tertulis pada siaran pers yang dikeluarkan oleh Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan (SEDAR).
Di antaranya, para buruh yang berstatus kontrak hanya menerima upah sesuai jumlah kehadiran.
Upah pokok buruh sebesar Rp 3,5 juta akan dipotong sesuai jumlah hari kerja.
• Kesaksian Pelanggan Alexis Papi dan Mami Pajang Cewek hingga Bocah Berkostum Ala Ahok
Pemotongan berlaku jika buruh tidak hadir dengan alasan apapun termasuk sakit.
Buruh dipekerjakan dengan kontrak berkepanjangan, antara 4-8 kali perpanjangan kontrak.
Aice dianggap menyalahi aturan karena mempekerjakan buruh untuk bagian produksi dari penyedia jasa tenaga kerja (outsourcing).
Setiap pekerja yang ingin bekerja di pabrik es krim Aice masuk melalui calo dikenai biaya masuk kisaran Rp 2 hingga 3,5 juta.
• Pria Tak Datang di Hari Pernikahan, Pekerjaan Teraneh hingga Posisi Duduk Gambarkan Kepribadianmu!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/aksi-mogok-kerja-buruh-pt-alpen-food-industry-atau-pabrik-es-krim-aice_20171105_150028.jpg)