4 Fakta Ambruknya Kontruksi Tol Pasuruan-Probolinggo, Korban Masih Bertambah!
Kontruksi bangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) tol Pasuruan-Probolinggo yang terletak di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati
Penulis: Bima Sandria Argasona
Editor: Wulan Kurnia Putri
Tak hanya Kosim, Majid yang juga merupakan warga sekitar proyek sudah menduga jika suara keras tersebut berasal dari proyek tol.
“Saya taunya dari suara. Terus saya batin, mungkin ada bangunan tol yang ambruk. Eh ternyata memang benar,” jelasnya.
Polisi dan pihak terkait terus mendalami bagaimana kronologi kejadian tersebut.
Dilansir dari Tribun Jatim, kejadian tersebut berawal dari pemasangan atau erection di Grati, panjang girder 50,80 m dengan menggunakan 2 crane masing-masing kapasitas 250 ton dan 150 ton.
Pemasangan yang dimulai dari Sabtu (28/10/2017) itu berhasil memasangan 3 girder, dan sekaligus memasang bresing.
Keesokan harinya yaitu pada Minggu (29/10/2017), petugas proyek meneruskan pekerjaan untuk memasangan girder ke empat.
Namun, saat girder sudah terpasang dan akan dilakukan pemasangan bresing, girder ini patah dan mengenai 3 girder yang sudah terpasang.
2. Korban Jiwa
Peristiwa robohnya konstruksi tol Paspro ini menelan korban jiwa.
Dilansir dari Tribun Jatim, sebelumnya sudah ada dua korban, satu meninggal dan satu luka berat.
Menurut salah satu warga, Rasyid mengatakan jika korban merupakan pekerja proyek.
“Saya tidak tahu namanya. Kayaknya bukan orang sini. Mereka pekerja proyek tol ini,” terangnya.
Setelah proses evakuasi dan menemukan kedua korban, mereka langsung dibawa oleh ambulance ke rumah sakit.
Rasyid memperkirakan jika korban masih akan bertambah, karena warga dan pihak yang bersangkutan masih melakukan proses evakuasi.
Dilansir dari Tribun Jatim, korban luka yang berhasil dievakuasi bertambah satu orang.