Beda Dulu dan Sekarang, Sumpah Pemuda Jaman Now Perangi Lawan 2 Hal Ini!
28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Tahun ini, peringatan Sumpah Pemuda yang ke-89.
Penulis: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Editor: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Puluhan tahun berselang, kini Indonesia pun menghadapi berbagai permasalahan yang saling berkaitan.
Sumpah Pemuda pun harusnya dijadikan sebagai tonggak persatuan para pemuda bangsa.
Jika tak ada halangan, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah akan menggelar hari Puncak Sumpah Pemuda Muhammadiyah melalui Apel Kebangsaan Sumpah Pemuda di Universitas Muhammadiyah Kota Palangkaraya-Kalimantan Tengah.
Seperti dikutip dari Tribunnews acara itu akan diikuti lebih dari 5000 Pemuda.
Ada Penampakan di Menit Ini, Cewek Indonesia Bikin Juri Asias Got Talent Merinding
Berkaitan dengan hal tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pemuda Indonesia harus berjuang bersama demi persatuan bangsa.
Pemuda Muhammadiyah menganggap peringatan Sumpah Pemuda menjadi titik awal untuk menjaga tanah air dengan bahasa yang menyatukan.
"Namun, tidak mengabaikan eksistensi identitas etnis dan agama yang berbeda-beda karena semangat etnis dan agama itu yang menjadi jiwa mendorong kemerdekaan," kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dalam keterangannya, Jumat (27/10/2017).
Ia juga membeberkan bahwa para pemuda yang mengikrarkan Sumpah Pemuda mewariskan semangat berdialog yang kuat.
Engku Emran Kasih Kode Keras Buat Laudya Cynthia Bella saat Ditinggal ke Korea
"Para Pemuda tahun 1928 sejatinya mewariskan semangat dialogis yang kuat. Dialog dalam keberagaman, dimana nalar sehat adalah instrument utama dalam dialog tersebut, sehingga keberagaman dipahami sebagai pemersatu dan kekuatan bukan kelemahan, ditambah para pemuda saat itu memiliki musuh bersama bernama kolonialisme," katanya.
Seiiring perkembangan jaman, Dahnil mengungkapkan masyarakat Indonesia kini menghadapi tantangan untuk berhadapan dengan koruptor.
"Bila dulu kolonialisme merampas masa depan pemuda atas negara yang merdeka, maka kini hak masa depan Indonesia yang bermartabat, cerdas dan sejahtera dirampas dan diancam oleh prilaku korup para politisi rakus," katanya.
"Maka, sikap terang perlawanan terhadap korupsi yang dimulai dari pilihan gaya hidup antikorupsi dan antinarkoba di kalangan pemuda bisa menjadi jalan membangun kesadaran kolektif menyatukan Indonesia melalui tradisi dialog," katanya. (Tribunwow.com/Dhika Intan)