Gara-gara Bakso! Bangunan Kosong Saksi Bisu Kesucian Gadis Belia Direnggut Paksa Bergilir 3 Pria
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Ungkapan ini pas untuk gadis belia asal Tangerang. Ia polos tak menaruh curiga dan berakhir derita.
Editor: Rimawan Prasetiyo
TRIBUNWOW.COM, TANGERANG - Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak.
Ungkapan ini pas untuk gadis belia asal Tangerang. Ia polos tak menaruh curiga dan berakhir derita.
Gara-gara tak menaruh curiga pada tetangga yang tiba-tiba ajak jalan makan bakso, ia ternyata dijebak.
Bangunan kosong jadi saksi bisu kesuciannya direnggut paksa secara bergilir.
Lulus Diploma, Seorang Pria Digaji Rp 4 Juta per Hari, tapi Ternyata Pekerjaannya Seperti Ini!
Malang nian nasib yang menimpa FRZ (18). Gadis belia ini digilir oleh tiga pemuda di daerah Ciledug, Kota Tangerang.
Kehormatan perempuan berusia 18 tahun ini direnggut oleh para pelaku, hingga mengalami pendaharan.

Wakapolrestro Tangerang AKBP Harley Silalahi menjelaskan, kejadian berawal ketika FRZ pulang kerja, bertemu salah satu tersangka, SG, yang merupakan tetangganya.
Mereka sempat mengobrol, kemudian tersangka mengajaknya jalan-jalan makan bakso. FRZ yang tidak menaruh curiga, akhirnya ikut bersama tersangka.
Kocak! Ekspresi Nenek-nenek saat Difoto Ini Dituding Jadi Penyebab Proyek E-KTP Mangkrak
Korban sempat bingung saat dirinya diajak ke bangunan kosong. Ternyata di sana sudah ada dua orang teman tersangka.
Mereka mengobrol, tetapi beberapa waktu kemudian tersangka langsung mendorong korban dan memaksa menodainya. Gadis belia ini pun berontak, tetapi tangan dan kakinya dipegang oleh para tersangka.
Baca: Peningkatan Aktivitas Gunung Agung Picu Kepanikan, 17 Pengungsi Alami Gangguan Kejiwaan
Setelah tersangka puas melampiaskan birahi, korban terus-terusan menangis. FRZ langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara. Korban melaporkan peristiwa itu ke polisi. Petugas pun segera bergerak memburu tersangka.
Kronologi Mayat Seorang Pria Ditemukan Mengambang di Selokan, Tidak Ada Luka Tapi. . .