Gunung Agung Telah Alami 3 Kali Gempa Tremor Non-Harmonic, Artinya. . .
Gempa tremor yang tak terjadi secara terus-menerus tidak mengindikasikan letusan.
Penulis: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Editor: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
- Vulkanik Dangkal
(Jumlah : 100, Amplitudo : 2-5 mm, Durasi : 6-15 detik)
- Vulkanik Dalam
(Jumlah : 150, Amplitudo : 4-7 mm, S-P : 1-2.5 detik, Durasi : 7-30 detik)
- Tektonik Lokal
(Jumlah : 14, Amplitudo : 6-7 mm, S-P : 5-7 detik, Durasi : 35-90 detik)
Diketahui, gempa yang sama bukan kali ini saja terjadi.
Usai Resepsi, ini Potret Kegiatan Laudya Cynthia Bella di Malaysia, No 5 Manis Banget!
Sejak ditetapkan berstatus awas, diketahui gempa tremor non-harmonik sudah terjadi tiga kali.
Berkaitan dengan hal ini, Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana menyatakan tidak semua gempa tremor diikuti letusan.
Adapun, gempa tremor yang terjadi terus menerus bisa memicu letusan.
Gempa tremor non-harmonic sering juga disebut Spasmodic Burst atau Spasmodic Tremor.
Pergerakan tersebut merupakan rentetan beberapa gempa vulkanik dimana satu gempa muncul sebelum gempa sebelumnya selesai. (Tribunwow.com/Dhika Intan)