Breaking News:

Marta Menangis dan Meronta 'Kemarin Polisi Ambil Dia Sehat-sehat Sekarang Dia Jadi Mayat'

Sambil memeluk putri pertamanya, Marta terus berteriak dan memanggil nama suaminya Mikael Mano (47).

Editor: Rimawan Prasetiyo
KOMPAS.COM/SIGIRANUS MARUTHO BERE
Marta Masaubat terus menangis dan meronta-ronta di lantai depan kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly, Kota Kupang. Beberapa orang kerabat dan putrinya terus berusaha menenangkan Marta. 

Menurut Berta, suaminya ditahan di Rutan karena terlibat kasus penganiayaan terhadap dua siswa SMA di Desa Naikliu, Kabupaten Kupang.

Berta mengaku kalau suaminya salah pukul orang, saat hendak mencari anaknya.

Masalah itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun, Minggu 1 Oktober 2017, suaminya dijemput oleh polisi dan ditahan di Rutan.

8 Fakta Blusukan Soeharto, Nomor 5 Penyamaran Fenomenal Bikin Pejabat Kalang Kabut

"Saya dapat kabar dari Kapolsek Naikliu, bahwa suami saya sedang sakit dan dirawat di RS. Tetapi setelah tiba di rumah sakit ternyata suaminya telah meninggal,"sambungnya.

Berta menyerahkan kasus kematian suaminya ke polisi untuk diproses sesuai aturan yang berlaku.

 "Kami dari keluarga minta agar jenazah suami saya diotopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya," tuturnya.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur M Diah mengatakan, Mikael ditahan di ruang isolasi.

Astaga! Wanita Pemandu Karaoke di Lokalisasi Gambilangu Tega Tusuk Dada Temannya Gara-gara Hal Ini

Namun ia berhasil keluar dan menganiaya seorang petugas menggunakan kayu.

"Petugas berusaha untuk menyelamatkan diri. Karena Dia (Mikael) menggunakan kayu sedangkan petugas menggunakan tangan kosong. Di situ terjadi perkelahian dibantu beberapa warga binaan hingga dia terjatuh dan tidak melakukan perlawanan lagi," ujar Diah.

Mikael kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis, namun ia meninggal sebelum tiba di rumah sakit.

Menurutnya, warga binaan yang membantu petugas lapas dan mengamankan Mikael tersebut tidak sedang berada di dalam ruangan sel, sehingga mereka bersama-sama menganiaya. (Kontributor Kompas.com Kupang/Sigiranus Marutho Bere)

Berita ini sebelumnya telah dipublikasikan Kompas.com dengan judul: "Polisi Harus Antar Kembali Suami Saya dalam Keadaan Hidup"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Tags:
PembunuhanKupangRS Bhayangkara
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved