Jalan Keluar Paling Jitu Menghadapi Si Pemarah yang Pendiam
Kalau orang agresif meluapkan perasaan dan kemarahannya secara terbuka alias blak-blakan, maka orang pasif-agresif adalah orang yang diam saat marah
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
TRIBUNWOW.COM - Kalau orang agresif cenderung meluapkan perasaan, emosi, dan kemarahannya secara terbuka alias blak-blakan, maka orang pasif-agresif adalah orang yang cenderung diam ketika marah.
Namun tindakannya setelah itu membuat kita merasa sangat buruk.
Siapa pun itu di sekitar kita, bisa saja terjangkit perilaku pasif agresif ini.
Ia sangat ahli membuat kita merasa tidak nyaman, namun kita sendiri pun tidak kuasa untuk menghadapinya.
Sering Bikin Penasaran, Ternyata Ini 5 Tanda-tanda Kamu Mengandung Bayi Laki-laki atau Perempuan
Tiba-tiba diam, tiba-tiba marah, tiba-tiba tidak mau berbicara dengan kita, tiba-tiba menghindar dari kita merupakan ciri si pasif-agresif.
Berikut ciri lainnya untuk mengenali perilaku pasif-agresif:
- Cenderung diam ketika ia merasa diperlakukan tidak sesuai dengan kehendaknya. Ia menolak untuk menjawab dan merespons orang yang membuatnya kesal dan marah. Ia lari dari konflik.
- Menghina secara halus.
Misalnya dengan menilai kelemahan kita, berpura-pura memberi pujian namun menjatuhkan, dll.
Benarkah Kita Harus Mandi Setiap Hari? Begini Jawabannya!
- Suka merajuk alias ngambek. Ia menunjukkan sikap yang membuat kita sangat tidak nyaman. Mengeluh, merajuk, dan moody.
Namun ketika diajak berbicara, ia menolak.
Sehingga kita cenderung serba salah.
- Keras kepala dan keras hati, seolah itu adalah caranya untuk menghukum orang lain.