Gara-gara Digigit Ular, Bocah Peraih Ranking 1 Ini Harus Berhenti Sekolah dan Alami Kelumpuhan!
Bocah berusia 8 tahun itu itu hanya terdiam meski Sugiyanto menggoyangkan badannya dan mengajaknya bicara.
Editor: Galih Pangestu Jati
"Kejadiannya 5 Januari 2017 pukul 03.00 WIB," ujar Sugiyanto ketika bercerita dengan Kompas.com di kediamannya.
Sugiyanto menceritakan, peristiwa itu terjadi ketika Ananda sedang terlelap di kamarnya.
Tiba-tiba Ananda terbangun dan langsung memberitahu bahwa kakinya digigit ular.
Sugiyanto pun melihat gigitan ular membekas di telunjuk kaki kiri anaknya.
Ananda langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
"Awalnya ke rumah sakit di Wates, paginya baru dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito," ucap Sugiyantom di rumahnya yang beratap seng dan berdinding batako itu.
Meski sudah mendapatkan pertolongan sebut dia, kondisi Ananda tak kunjung membaik.
Awalnya Ananda hanya merasa mual sampai akhirnya tubuhnya menjadi kaku yang diduga pengaruh bisa dari ular weling itu.
Ananda pun harus menjalani perawatan intensif di RSUP Sardjito dengan kondisinya tersebut.
"Selama 32 hari, anak saya dirawat inap di RSUP Sardjito," tutur perajin ceriping berbahan umbi-umbian itu.
Beruntung, Sugiyanto memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga biaya pengobatan anaknya tidak begitu menjadi kendala.
Awal Maret 2017 sebut Sugiyanto, anaknya diperbolehkan pulang untuk menjalani pengobatan di rumah.
Setiap bulan Ananda dibawa ke RSUP Sardjito untuk berobat.
Kisah Inspiratif Titik Kemilau, Ibu 4 Anak yang Buka Warung Makan Keliling dengan Mobil Calya
Di rumahnya, Ananda hanya berbaring di atas kasur ditemani Rianingsih setiap hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/sugiyanto-33-memangku-ananda-yue-riastanto-8_20170909_135701.jpg)